Selasa, 12 November 2013

[Review] Flavor of Love; Sejuta Rasa Cinta karya Al Dhimas

Judul: Flavor of Love 
Penulis: Al Dhimas 
Penerbit: Gagasmedia 
Jumlah halaman: 261 halaman
Rating: 4/5

Blurb:
Aku mencandu dsegala hal yang manis-terutama dirimu. Seperti madu di ujung lidahku, kecupanmu terasa manis, menghangatkan sekujur tubuhku dengan rona malu. Seperti tiga sendok gula untuk teh-ku, entah sejak kapan hariku tak lagi lengkap tanpa kehadiranmu.

Jadi maaf jika aku seperti tak tahu malu mengakui ini di hadapanmu. Tapi sungguh, aku teramat membutuhkanmu. Butuh sekian waktu untuk menyadari ini, tapi sekarang aku benar-benar percaya. Hanya kau yang yang kumau. Hanya kau yang mempu membuatku merindu.

Katakan, apa jawabanmu? Harus berapa lama lagi bibirku mengering karena menahan diri membisikan cinta untukmu?
Review:

Novel ini bercerita mengenai dua sejoli, Pru dan Aro yang bersahabat sejak kecil yang pada akhirnya menaruh hati pada sahabatnya masing-masing. Klasik dan mainstream memang, tapi jangan salah, sampai detik ini pun aku rasa hal-hal semacam ini masih banyak terjadi di dunia. Mungkin, karena ini pulalah akhirnya sang penulis mengangkat tema demikian.
Aku bilang, novel ini cerdas sekali! High recomended! Di balik ide mainstreamnya, ternyata terkandung banyak sekali hal-hal brilian yang bisa kita temukan di dalam novel ini. Contohnya saja, beberapa halaman yang menyisipkan postingan blog, lengkap dengan design dan kolom komentar, ini cantik sekali! Aku berasa tengah blogging beneran hehehe.

Penulis yang berjenis kelamin pria sangat pintar dalam menggambarkan kepribadian seorang wanita tanpa bisa aku sangkal, "itu salah" atau "itu tidak benar" karena kenyataannya memang seperti itu. Perlu riset berapa lama, ya? Hihi.. Novel ini pun ditulis dengan point of view orang pertama tunggal, dimana tokoh "aku"nya sendiri adalah Prudence Marvia Latika (Kayak nama luar ya, padahal asli Medan loh) seorang wanita karir dengan segala rutinitasnya sebagai seorang penulis kolom kuliner di salah satu majalah lifestyle. Dan ya ampun, lagi-lagi aku terpukau sama pengetahuan penulis mengenai gaya hidup, mode, dan tektek bengeknya seakan udah khatam. Two thumbs up for you, Kak Al! Aku juga suka soalnya banyak menemukan pengetahuan dan kata-kata baru yang catchy! Hihi... Kalimat demi kalimat di novel ini pun enak dibaca, sampai-sampai aku bisa menyelesaikan novel ini hanya dalam waktu 3 jam saja. Selain itu feelnya dapet banget, gondok, kesel, marah, seneng, cemburu sampai adegan romantisnya ituloh bener-bener bikin jantung deg-degan, serius. Ah aku takut ngasih unsur spoiler dengan membeberkan panjang lebar gimana isi cerita hehe... So, read it by yourself :P

Beberapa kalimat yang aku suka:
  1. Buat orang seperti aku, semua orang hidup sudah pasti memiliki satu tujuan yang sama. BAHAGIA. (Hal. 1)
  2. My plan to be happy is no plan. Dijalanin aja lah. Kalo gak terlalu direncanain jadinya malah gak surprise lagi. (Hal. 13)
  3.  Mungkin aku kampungan, tapi berbicara tentang seks di tempat umum seperti ini, menurutku bukanlah hal yang pantas dilakukan, apalagi oleh seorang perempuan. (Hal. 63)
  4. So, buat apa mencoba banyak eskrim dari berbagai kemasan, kalau kalian bisa mendapatkan paket all in one dalam satu kemasan? (Hal. 66)
  5. Pasangan klasik. Dari sahabat hadi pasangan. Nggak pernah pakai kata jadian, tapi jalan terus sampai pelaminan. (Hal. 147)
  6. Setiap orang memiliki masalah, dan berhak menangisinya, tapi bukan berarti hidup berhenti sampai di situ, bukan? Berhenti menangis, melanjutkan hidup dan mengatasi masalah adalah pilihan terbaik. (Hal. 236)
  7. Nggak boleh asal memilih dan dipilih. Banyak proses yang harus dijalani sebelum menentukan keputusan. (Hal. 260)
  8. Tak ada seorang pun yang ingin gagal dalam membina rumah tangga, so they-or we-want to marry the best. Kalo memang harus menunggu sedikit lama untuk memasangkan dan dipasangkan cincin pada orang yang tepat, why not? (Hal. 261)

Aku menemukan beberapa typo tapi itu sama sekali bukan masalah jika cerita yang dikemas serapi dan sebaik Flavor of Love. I give 4 stars for this novel, why? Soalnya aku masih menemukan keganjalan dalam postingan blog. Secara Pru kan baru dibuatin blog sama Aro, tapi postingan dia udah dapet banyak komentar padahal Pru gak pernah melakukan apa yang namanya promote (Aku yang blogger dan udah aktif-I mean, setengah aktif-hampir 3 tahun di dunia perblogan aja rasanya masih sepi komentar tiap ngepost hahaha you're right! Aku iri sama Pru! Tapi postingan blog dia emang bagus banget, sih :P) Sekian~


2 komentar:

Please, gimme your comment after finish reading my post^^