Senin, 25 November 2013

[Review] Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa karya Prisca Primasari

Judul buku: Kastil Es & Air Mancur Yang Berdansa
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagasmedia
Jumlah halaman: 291 halaman
Rating: 5/5

Blurb:
Vinter
Seperti udara di musim dingin, kau begitu gelap, muram, dan sedih.
Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta berwarna putih.
Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa dihembus angin….

Florence
Layaknya cuaca pada musim semi, kau begitu terang, cerah, dan bahagia.
Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata tak terhingga.
Bagaikan bebungaan di Paris yang terlambat berseri…
Review:
Aku baru selesai menamatkan buku ini beberapa hari yang lalu, telat banget yeah I know but it's better than never, isn't? :P
Hal pertama yang terfikir saat melihat matryoshka di bagian cover adalah Rusia! Aku pikir, aku akan dibawa ke dalam nuansa Rusia lagi, seperti latar yang suguhkan di novel Prisca sebelumnya, Eclair. Ternyata salah. Rupanya, latar untuk novel kali ini adalah Paris dan Honfleur di Perancis.

Bercerita mengenai Florence, gadis 28 yahun yang melarikan diri ke Honfleur guna menghindari kencan buta yang diadakan oleh kedua orang tuanya di Paris. Di kerta menuju Honfleur, Florence bertemu dengan seorang pria bernama Vinter yang bersedia memberikan tas Chanel yang tengah ia bawa kepada Florence karena pada saat itu tas yang dimiliki Florence rusak dan tidak bisa digunakan.

Sebagai balas budi, Florence bersedia membantu Vinter untuk tampil sebagai seniman di rumah Zima, seorang konduktor terkenal yang teramat temperamental. Sejak itu, Florence dan Vinter menjadi semakin dekat.

4 kata untuk novel ini; Such an amazing novel! :D
Aku suka banget ceritanya meski idenya tergolong simple dan mainstream, namun dibalut dengan pengetahuan-pengetahuan menganai seni, dongeng-dongeng klasik dan apapun itu yang membuat novel ini menjadi semakin indah dan menarik. Menurutku, inilah ciri khas yang dimiliki oleh Prisca, karena lagi-lagi mampu menyihir hal-hal sederhana menjadi sangat luar biasa hihi :3

Di beberapa part sempat meneteskan air mata. Sedih dan haru berbaur menjadi satu, atmosfernya begitu kental dan terasa.

Aku suka karakter tokoh-tokoh dalam novel ini terlebih-lebih Vinter! Aaaaa *culik Vinter, bawa pulang, nikahin*
Florence, seniman berbakat, si penyuka salju yang ceria namun penuh air mata seperti yang telah dikatakan blurb novel ini.
Vinter, si seniman pahat es yang memiliki masa lalu kelam. Dia rapuh, penyendiri, penuh kesedihan dan suka menyakiti dirinya senidri untuk menghilangkan kesedihannya.
Zima yang tidak diketahui nama aslinya karena namanya berganti-ganti sesuai musim. Ia temperamental dan kesepian. Penikmat seni berkelas yang tak luput dari makna.

Terdapat banyak sekali typo ^^ but bukan masalah besar untukku hihi....

Beberapa kalimat favorit:
1. Kereta seindah apapun tidaklah bermakna bila tidak mempunyai kuda yang menariknya. Lama-lama akan terbengkalai dan terpendam salju. Sama halnya dengan manusia, yang tidak akan bertahan lama bila tidak ada yang mendukung atau mendampinginya; betatapun hebatnya, mereka pasti akan terlupakan. (Hal. 41)
2. "Seniman sejati tidak pernah merasa bersusah payah." - Zima (Hal. 55 & 56)
3. "Aku sudah hidup cukup lama dan tahu bedanya tawa ejekan dan tawa tulus." - Zima (Hal. 79)
4. "Masa lalu memang mengubah kita dengan cara yang aneh, bukan?" - Florence (Hal. 126-127)
5. Ada kalanya seseorang merasa sangat malu dan terluka sehingga dia berharap bumi akan menelan dan mengubahnya selamanya. (Hal. 130-131)
6. "Aku melupakan kesedihan dengan melukai diriku sendiri... Tapi, sakit di tubuhku membuatku merasa lebih baik... membantuku melupakan luka di hatiku." - Vinter (Hal. 157)
7. "Dua orang bisa bersatu ketika semua partikel di jagad raya mendukung mereka." - Annelies (Hal. 206)
8. "Masa lalu tidaklah penting. Orang yang mempunyai masa lalu buruk belum tentu akan menjadi pribadi yang buruk juga. Semua tergantung pilihan hidup." - Leroy (Hal. 226)
9. "Bukankah ketika kau ingin bahagia, kau tak akan pernah menyia-nyiakan setiap uluran tangan yang datang?" - Vinter (Hal. 227)
10. "Tidak ada peri yang datang padamu. Hanya kau satu-satunya orang yang dapat memnuat dirimu bahagia." Zima (Hal. 273)
11. "Kau takkan pernah bisa bahagia sebelum memaafkan, memberi kesempatan dan menyayangi dirimu sendiri." - Zima (Hal. 277)
12. "Aku selalu berpendapat bahwa orang yang benar-benar baik adalah orang yang mengakui bahwa dia tidak sebaik itu." - Leroy (Hal. 282-283)

Mengharukan!!! ^^ Bintang 5! Kalau bisa, bintang 6, 7, 8, 9, 10 aku kasih hihi.... Novel Prisca memang selalu memuaskan, bagiku :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please, gimme your comment after finish reading my post^^