Senin, 25 November 2013

[Review] One More Chance; Saat Waktu Menyempurnakan Keinginan Hati karya Ninna Rosmina

Judul buku: One More Chance
Penulis: Ninna Rosmina
Penerbit: Gagasmedia
Jumlah halaman: 312 halaman 
Rating: 3/5

Blurb:
Cintaku tak bisa habis untuknya.
Naif, tapi itulah cinta yang kurasa.
Tak sepadan dengan waktu yang selalu tepat waktu.
Tapi tahukah kamu dimana letak ironisnya situasi ini, ketika menyadari cintaku ternyata berbanding terbalik dengan perjalanan waktu.
Pintaku -ini nyaris mustahil. Tapi jika memang bisa, sudikah waktu berhenti sejenak untuk mengabulkan inginku, agar bersamanya lebih lama lagi? Karena bersama dia selamanya pun sebenarnya tidaklah cukup...
Review:
Menyelesaikan membaca buku ini sekitar dua bulan yang lalu hehehe namun baru punya kesempatan untuk mengulasnya hari ini ^_^ Buku ini saya dapatkan dari penulisnya langsung beserta tanda tangannya karena memenangkan  giveaway One More Chance by Ninna Rosmina (My Three Wishes)
Menceritakan Violina Dawai, seorang gadis remaja yang baru lulus SMA serta mengidap leukimia yang menaruh hati kepada Cello, Kakak kelasnya yang berambut gondrong serta seorang anak band dan juga  tengah menyusun tugas akhir. Vio yang sisa hidupnya telah divonis, membuat 100 wishes dan berniat untuk mewujudkannya sebelum dirinya tutup usia.

Aku suka banget prolog novel ini! Hahaha….

Vio diceritakan adalah transformasinya Dawai *tsah* maksudnya, satu orang yang sama namun dengan kepribadian yang berbeda. Saat SMA, nama panggilannya adalah Dawai. Dawai dikenal sebagai “gunung es” di kalangan teman-temannya karena sikapnya yang cuek dan terlampau dingin. Namun saat memasuki perguruan tinggi, ia benar-benar menjadi seseorang yang sangat berbeda dan mengganti nama panggilannya menjadi Vio.
Aku kurang suka penulisan dialog dalam novel ini yang terlalu kaku, menggabungkan kalimat yang baku sekali dengan bahasa gaul, sedikit tidak enak dibaca hehehe….

Kisah dalam novel ini sendiri lumayan mengaharukan dengan latar belakang dunia arsitektur juga flashback Dawai di tengah-tengah bab yang memberikan nuansa lain. Terus terang aku lebih suka karakter Dawai dari pada Vio, kok bisa ya? Hehehe……

Beberapa kalimat favorit:
  1. Harapan akan kandas bila benih tidak bisa tumbuh dengan semestinya.
  2. Ternyata rasa cemburu seorang wanita benar-benar menyeramkan.
Oke… novel ini memberikan kita motivasi untuk tetap semangat menjalani hidup hehehe baik dibaca untuk remaja dan dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please, gimme your comment after finish reading my post^^