Senin, 25 November 2013

[Review] Bad Romance; Aku Memilih Menjadi Jomblo (Lagi)! karya E. Zazi

Judul buku: Bad Romance
Penulis: E. Zazi
Penerbit: Stiletto Book
Tahun terbit: Juli 2013
ISBN: 978-602-7572-16-4
Jumlah halaman: 250 halaman
Harga buku: Rp. 38.000,-
Rating: 3/5

Blurb:
Adithya Putra Ramdhani adalah remaja SMA yang tomboi. Ya, dia perempuan, bahkan cukup manis sebenarnya. Dia sangat membenci namanya. Dia yakin namanya ini sangat berpengaruh pada perilaku, kehidupan, dan juga problematika cintanya.

Adithya sangat ingin memiliki pacar karena dia sudah bosan dengan kehidupannya yang selalu disamakan dengan laki-laki. Dia ingin membuktikan kepada teman-temannya, juga kakak-kakaknya, kalau dia adalah perempuan tulen yang pantas mendapatkan pasangan.

Hopla! Dia melakukan berbagai cara jitu untuk tebar pesona. Betapa bahagianya ketika usaha-usahanya mulai menampakkan hasil, dia bahkan menjadi rebutan dua orang cowok sekaligus! Namun, sayang sekali ternyata dia harus mengakhiri semuanya karena....
Karena apaaa???

Review:

Kisah ini bermula saat hasil USG beberapa tahun lalu pada kandungan seorang ibu yang ternyata salah. Hasil USG menyebutkan bahwa dirinya mengandung bayi laki-laki, namun ternyata jauh diluar dugaan, dirinya justru melahirkan seorang bayi perempuan. Ia yang sudah terlanjur mempersiapkan nama Adithya Putra Ramdhani akhirnya tetap memberikan nama tersebut pada bayi perempuannya.
Saat bayi tersebut sudah beranjak remaja, ia benar-benar merasa bahwa namanya yang seperti laki-laki ternyata membawa dampak negatif untuk kehidupannya. Satu diantaranya ialah dampak terhadap problematika cintanya.

Adith kerap kali disamakan dengan dengan seorang laki-laki oleh teman-temannya karena selain namanya yang persis seperti nama laki-laki, ia juga memiliki tingkah laku yang agak tomboy.

Adith yang mulai merasa iri dengan teman-teman sebayanya yang memiliki pacar akhirnya berusaha mati-matian untuk mendapatkan seorang pacar yang ia pikir bisa membuktikan dirinya bahwa ia adalah seorang perempuan sejati.

Ia meminta saran Jepi, sahabatnya dan ketika semua saran Jepi dilaksanakan oleh Adith, ternyata ia masih harus menuai masalah. Adith pun akhirnya merasa geram terhadap Jepi yang memberikan saran-saran gagal dan ia memutuskan untuk menyerah karena usahanya tak membuahkan hasil.

Singkat cerita, ia berkenalan dengan Lidya, seorang perempuan cantik yang mudah sekali untuk mendapatkan pacar. Adith pun akhirnya berguru dari Lidya, dari mulai cara berpakaian sampai cara ber-make up. Usahanya kali ini ternyata membuahkan hasil. Tak tanggung-tanggung, ia menjadi rebutan dua laki-laki sekaligus.

Namun semua itu harus Adith akhiri karena…. Karena apa? Hahahaha read it by yourself :P

Ada banyak sekali hikmah yang bisa dipetik dari novel ini. Kita harus selalu berusaha menjadi pintar dan berprestasi bukan karena ingin mendapatkan pacar tapi untuk membanggakan orang-orang di sekitar kita. Dan persahabatan itu ternyata lebih penting dari apapun.

Saya menemukan keganjalan pada halaman menjelang akhir. Di situ tertulis, “Tweeps bagaimana menurutmu? #abaikan” yang begitu tidak nyambung dengan kalimat inti, sepertinya penulis maupun editor lupa menghilangkan bagian ini dan ditemukan beberapa kesalahan tanda baca. Namun terlepas dari semua itu, novel ini memiliki cerita remaja yang fresh juga candaan-candaan yang menghibur berbeda dengan novel pertama E. Zazi yang cenderung lebih serius. Novel ini baik dibaca oleh kalangan remaja maupun dewasa muda :)


1 komentar:

Please, gimme your comment after finish reading my post^^