Kamis, 26 Desember 2013

Miracles of Mother's Love

"Ada banyak kisah nyata tentang keajaiban cinta di sekeliling kita, tentang cinta seorang suami pada istri yang mengalami kecacatan mental, tentang cinta seorang pengemis yang sanggup menembus kobaran api demi menyelamatkan kucing-kucing yang terperangkap di dalam gedung,  tentang kasih sayang seekor hewan pada majikannya yang sudah tiada hingga ia sanggup menziarahi makam majikannya setiap hari, dan lain sebagainya."

Aku akan berbagi kisah mengenai cinta seorang perempuan yang aku sebut "Tangan Tuhan di dunia". Perempuan yang tak pernah lelah memberikan semangat serta do'a meski semesta enggan melakukannya.

Berawal pada tahun 2009 silam, dimana pada saat itu, aku dinyatakan terpilih untuk mewakili SMA-ku dalam mengikuti Olimpiade Sains Nasional bidang studi Kebumian tingkat SMA bersama dua orang temanku yang lain. Saat itu, aku sangat bersyukur karena ketika penyeleksian sekolah, aku bisa mengalahkan satu rekanku yang tahun sebelumnya meraih gelar juara pada tingkat Kabupaten.

Tak banyak yang meyakini kemampuanku karena aku memang tidak aktif dalam kegiatan apa pun. Nilai raportku pun tidak terlalu bagus, kecuali nilai geografi yang pada akhirnya membawaku untuk berjuang mempertahankan gelar juara dan mengharumkan nama SMA-ku.

Setelah hampir satu bulan aku mengikuti bimbingan belajar khusus dengan guruku, aku pun siap untuk bertanding.

Tibalah hari dimana aku harus mengerahkan seluruh kemampuanku untuk mempertahankan gelar juara turun temurun. Ibuku begitu mendukung, sampai segala sesuatunya ia siapkan dengan sangat apik. Pensil, penghapus bahkan bekal makan pun tak lupa ia taruh di dalam tas-ku. Ini kedua kali dalam hidupku, aku bisa membanggakan ibu dengan mengikuti kompetisi seperti ini setelah sebelumnya aku mewakili SD aku mengikuti kompetisi menyanyi pupuh.

Yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pengumuman seleksi OSN tingkat Kabupaten diumumkan ketika upacara bendera. Dan begitu kecewanya aku karena namaku tidak disebut. Sedangkan rekanku yang lain bisa melangkah dengan bangga ke depan podium, meraih piala penghargaan, tropi serta uang tunai. Sedih dan sangat kecewa. Aku hanya masuk di urutan 4 besar, selisih satu poin dengan peraih juara 3. Kecewa, benar-benar kecewa.

Semenjak itu, aku benar-benar tak mood melakukan apa pun. Aku menangis sepanjang malam. Namun ibu menguatkanku. Dia bercerita banyak hal kepadaku, mengenai kegagalan dan kekecewaan. Menurutnya, Tuhan hanya tengah berbicara padaku menganai kesabaran dan keikhlasan karena walau bagaimana pun, aku telah berjuang dengan keras. Ibu Memberikanku semangat, meyakiniku dengan sepenuh hati bahwa Tuhan tengah merencanakan sesuatu yang lebih indah. Hingga suatu hari, peraih 10 besar OSN tingkat Kabupaten terpilih kembali mengikuti kompetisi serupa setingkat pulau Jawa dan Bali di Museum Geologi Bandung.

Ini keajaiban cinta pertama yang aku rasakan pada saat itu. Berkat keajaiban cinta seorang ibu yang begitu besar dan selalu mendo'akanku akhirnya Tuhan memperkenankan aku untuk mengikuti kompetisi lagi.

Saat itu, ibu mengantar aku menuju kantor Dinas Majalengka saat langit masih gelap dan matahari belum terbit. Ibu setia menungguku hingga aku berangkat ke Bandung. Sebelum berangkat, ibu berpesan, "Berdo'a, dan serahkan segalanya pada Allah." aku begitu terenyuh dan ingin sekali menitikan air mata.

Kompetisi kali ini, aku gagal lagi, terlalu banyak saingan dan soalnya pun lebih sulit karena melibatkan astronomi yang belum aku kuasai sepenuhnya. Untuk kekalahan kali ini, aku tidak begitu kecewa karena ada ibu yang menguatkanku. Menurut ibu, ia sudah sangat bangga padaku. Tidak semua orang bisa meraih kesempatan sepertiku. Apapun yang terjadi ibu akan selalu mendoakanku, begitu katanya.

Dan berkat do'a ibu itu lah, aku meraih ranking ke-2 pada semester itu. Hal yang belum pernah aku capai selama duduk di bangku SMP dan SMA apalagi semester sebelumnya aku sama sekali tidak meraih peringkat 15 besar. Ini keajaiban cinta kedua yang benar-benar aku rasakan. Saat pengambilan raport itu, ibu tersenyum dan mencium pipiku di depan teman-temanku. Terimakasih, telah membuatku percaya, Ibu :)

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway A Miracle of Touch - Riawani Elyta


Alasan mengapa saya ingin mendapat buku ini karena saya menyukai segala sesuatu tentang cinta. Cinta itu mendamaikan, cinta di sini dalam arti universal, kepada siapa saja :) Melihat cuplikan buku ini, begitu tergiur dengan bahasa India yang disajikan, karena aku termasuk salah satu penggemar film India hehe... Namun untuk cuplikan, latarnya ialah di RS Singapura. Ceritanya sangat menyentuh dan mengharukan, seperti culplikan "Aku ingin mereka bahagia. Dan hanya aku yang tahu, kebahagiaan macam apa yang pantas untuk mereka. Jadi, berilah aku kesempatan untuk menebus kesalahanku. Jangan pernah membohongiku, apalagi menghina apa pun yang kulakukan.” menyentuh sekali, kan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please, gimme your comment after finish reading my post^^