Jumat, 03 Januari 2014

[Review] Sapporo No Niji; Pelangi Cinta di Langit Sapporo karya Hapsari Hanggarini

Judul: Sapporo No Niji; Pelangi Cinta di Langit Sapporo
Penulis: Hapsari Hanggarini
Penerbit: Gagasmedia, 2012
ISBN: 979-780-560-3
Jumlah halaman: 222 halaman
Rating: 2/5

Blurb:
Hajimete atta toki kara kimi ga suki da (Aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu)
Semua orang tak henti-hentinya merecokinya dengan pertanyaan yang kurang lebih sama: apa aku sedang jatuh cinta? Tak sepatah kata pun keluar dari mulutku. Namun, setiap kalimenyadari kehadiranmu di sana, aku tak mampu menyembunyikan rona di wajahku. Seperti tunas yang selalu mencari hangat matahari, mataku selalu mencari-cari alasan untuk memandangimu berlama-lama. Semua yang kau lakukan selalu mampu membuatku tergugu.

Kokoro kara kimi wo aishiteru (Aku mencintaimu dari dasar hatiku paling dalam)
Waktu serasa berhenti saat bersamamu. Kau ada di daftar teratas orang yang selalu ingin kuundang dalam mimpiku. Mengingatmu saja sudah membuatku tersenyum kecil. Menggigit bibir bawahku saat terbawa khayal dan rindu ke dalam dekapmu.

Kimi wa zutto aishiteru (Aku mencintaimu selama-lamanya)
Jadi, maaf kalau aku terdengar tak sabaran soal ini. Akhirilah masa-masa penantianku ini. Kapan kau akan membisikkan kata cinta itu untukku? Kapan kau membuatku jadi perempuan paling bahagia di muka bumi ini?
"Kenapa seperti tidak ada sedikit waktu yang memberi kesempatan menjadi pahlawan, menjadi penolong? Kenapa begitu sulit menjadi orang yang pertama memberi perhatian, menyediakan bahu untuk bersandar?"  Alvin (Halaman 92)

Sapporo No Niji bercerita tentang Lala, gadis asal Bogor yang berkuliah di Jepang yakni di universitas Hokkaido (Hokudai). Di sana, Lala bertemu dengan si Kakkoi (Keren, cakep) bernama Hiroshi lalu jatuh cinta pada pandangan pertama. Di Jepang pula, Lala harus dihadapkan pada Alvin, pria asal Indonesia yang juga menaruh hati padanya sejak kali pertama bertemu dan tak pernah menyerah untuk berusaha mendapatkan hati Lala. Tak hanya itu, Lala juga dipertemukan dengan Daigo yang lagi-lagi menaruh kekaguman padanya. Lantas, pada siapa hati Lala akan tertaut? Sila baca sendiri kelanjutan ceritanya hihi...

Cerita yang manis dengan tema "Cinta pada pandangan pertama" dalam novel ini mengingatkan saya terhadap banyak hal yang sudah saya lalui. Membeli buku ini sebenarnya hanya tertarik terhadap judulnya. Seperti yang diketahui, saya merupakan penyuka pelangi. Latar Jepang yang diusung lumayan terasa. Penjelasan mengenai Jepangnya pun bisa dikatakan rinci, namun entah mengapa saya merasa ada sesuatu yang hilang. Energinya tidak tersampaikan. Hanya sekedar penjelasan panjang tanpa mampu membuat pembaca merasakan sendiri atmosfer Jepangnya.

Penggalian karakter sudah cukup kuat hanya saja kemistri karakter satu dengan yang lainnya tidak begitu terasa. Seperti berlalu begitu saja. Ada beberapa kalimat yang menurut saya kurang konsisten. Seperti yang tertulis di halaman 21, disebutkan bahwa Haruhi memanggil Hiroshi dengan sebutan Onisan (Kakak laki-laki) tetapi di halaman selanjutnya, saat Haruhi marah dan pergi dengan menggunakan seragam SMA, Hiroshi justru tengah mengenakan seragam SMP. Lalu, agak aneh untuk saya ketika Hiroshi dengan sengaja membuatkan bekal makanan untuk Lala padahal mereka sama sekali belum berkenalan. Mungkin jika kebetulan bertemu dan memberikan bekal makanan tersebut pada Lala terasa lebih masuk akal hehe sok tau :D

Ada juga peristiwa tidak ada penjelasan rinci mengapa itu bisa terjadi? Seperti saat Hiroshi membatalkan perayaan tahun baru, tak ada penjabaran mengapa hal ini bisa terjadi atau ketika Hiroshi ketakutan saat melihat Lala untuk pertama kali, hingga ending pun tak ada penjelasan sehingga menyisakan tanda tanya besar di benak saya.Covernya manis, warna pelanginya soft membuat siapa saja betah memandangnya hihi

Untuk ending, saya tidak kecewa karena akhirnya hati Lala tertambat pada tokoh pria yang saya suka di novel ini ^^

"Semua keutamaan, keunggulan, kedisiplinan bukanlah monopoli suku atau bangsa tertentu. Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi orang baik, tinggal bagaimana setiap pribadi memanfaatkannya dengan kesungguhan dan kerja keras." (Halaman 221)

----------------------------2/5 stars-------------------------------
Indonesian Romance Reading Challenge 2014


2 komentar:

  1. eh kita sama-sama lovatic #salahfokus =))
    iya setuju, covernya manis, betah kalo mandang lama-lama, tapi kayaknya ceritanya biasa aja *cari pinjeman aja* :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stay strong, Lovatic ^^ *ditanggepin*
      Iya, Kak, aku gak nemuin something yang greget wkwk

      Hapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^