Jumat, 31 Januari 2014

Review Ai; Cinta Tak Pernah Lelah Menanti

Judul: Ai
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia, 2012 (Cetakan ke-8)
Jumlah Halaman: 288 halaman
ISBN:979-780-307-4
Keterangan: Pinjam dari perpustakaan daerah Kab. Majalengka
Rating: 3/5
Blurb:
Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu.
Suatu saat tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan

-Sei-
Aku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan - mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku - aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. Sekarang, semuanya sudah terlambat. Tidak. Semuanya sudah terlambat jauh sebelum hari ini - mungkin sejak festival musim panas itu, atau mungkin sejak kedatangan Shin. Dia telah memilih, sadar maupun tidak, dan orang itu bukanlah aku.

-Ai-
Aku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai tumbuh remaja, gadis-gadis mulai mengejarnya. Entah bagaimana, aku pun mulai jatuh cinta padanya, tetapi aku memilih untuk menyimpannya. Lalu, datang Shin ke dalam lingkaran persahabatan kami. Dia membuatku jatuh cinta dan merasa dicintai. Kami bahagia, tetapi suatu hari Shin pergi dan tak bisa kembali lagi.
"Bersama Shin aku menemukan banyak kecocokan. Tapi bersama Sei, aku selalu merasa seperti memiliki rumah untuk pulang." (Hal. 62)

Bercerita tentang dua anak desa bernama Sei dan Ai yang tumbuh bersama dan bersahabat. Persahabatan yang membuat mereka memahami karakter satu sama lain. Sampai suatu hari datanglah seorang pemuda dari Tokyo bernama Shin ke desa mereka dan hidup bersama mereka di sana. Shin menjadi sahabat baru bagi Ai dan Sei namun ternyata ketiganya memendam perasaan cinta kepada salah seorang dari mereka hahaha yang jelas Sei nggak memenadam cinta kepada Shin ya :P Setelah mereka lulus SMA, mereka melanujtkan kuliah ke Tokyo bersama-sama dan tinggal dalam satu apartemen yang sama. Lalu apa lagi? Silakan baca sendiri :P

Satu kata; Melankolis! :P Uhuk, mau ngomong apa ya? Aku mau bahas karakter Ai  dulu deh sumpaaaah I don't like Ai so damn much! Gak suka. Gak suka. Gak suka! Plin plan, gak punya pendirian, egois dan gak peka. Aduh... Ai kau ini bagaimana, sih? *Toyor kepala Ai* Ai pacaran sama Shin dan mereka tinggal satu atap dengan Sei juga yang kondisinya mencintai Ai. Bisa dibayangin gak gimana perasaannya Sei? T_T Tapi pada saat Sei hendak pindah dari apartemen itu dan memilih untuk tinggal di tempat lain, Ai malah menghalang-halangi niatnya. 

Cerita dalam novel ini dibagi menjadi dua sub bab. Yang pertama menggunakan POV orang pertama dari sudut pandang Sei. Aku selalu suka dengan cerita yang menyuguhkan cerita dengan POV orang pertama dari sudut seorang pria, selalu menarik tapi...... kali ini, penggambarannya terasa seperti keluar dari sudut seorang wanita. Mungkin karena penulisnya wanita atau bagaimana, entahlah, yang jelas, laki-lakinya kurang dapet. Dan yang kedua menggunakan POV orang pertama dari sudut Ai.

Ceritanya mengalir datar, I mean, tidak ada sesuatu yang membuat emosi saya membuncah ya kecuali karena sifat Ai. Bahkan ketika kematian seseorang yang berperan penting pun terasa datar sekali. Hanya lewat begitu saja, padahal seharusnya digambarkan dengan penuh emosi agar pembaca bisa merasakan atmosfernya. Alurnya juga terlalu cepat namun dibalik semua kekurangan itu ada sisi positifnya juga. Salah satunya yakni bahasa dan cara bercerita Winna yang indah serta mengalir. Bahasanya lugas dan berbobot. Karakterisasi yang kuat meskipun saya tak suka dengan karakter Ai namun saya akui bahwa itu kuat sekali, itu Ai, Ai dengan segala karakter yang membuat saya tidak suka terhadap dirinya. Wuihh... patut berbangga pada penulis.

Beberapa kalimat favorit:
1. "Masa-masa sulit selalu membuat kita ingin menyerah, tapi kau hanya perlu percaya bahwa segalanya akan baik-baik saja." (Hal. 144)
2. Dari semua waktu yang kita habiskan bersama, tidak ada satu detik pun saat kau benar-benar mencintaiku. Kau bodoh, tapi aku juga sama tololnya karena menyukaimu seperti ini." (Hal. 163)

FYI, ini novel Jepang ketiga yang saya baca setelah Hanami dan Evergreen *norak* saya buta negara-negara lain selain Indonesia, bahkan Indonesia pun tidak saya kenal baik sepenuhnya. Tapi, penggambaran Jepangnya sangat terasa meskipun menurut seseorang ada banyak hal yang mengganjal, seperti belum adanya jalur kereta yang menghubungkan Hokkaido dengan Tokyo. Keren, bisa mengenal seluk beluk Jepang sampai segitunya ^^ Terlepas dari hal itu, saya persembahkan 3,5 bintang untuk novel ini ^^
Winna Efendi's Book Reading Challenge 2014
Indonesian Romance Reading Challenge 2014

6 komentar:

  1. Aku baru punya bukunya, tapi belum dibaca karena lagi masa bimbingan buat OSN. Jadi belum sempat baca novel lagi *mencoba menjadi penimbun buku, whahahah*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat ya buat OSN-nya. Dibawa enjoy aja hehehe gak setegang yang dibayangkan kok, sis ^^ Yang penting yakin dan berdo'a. Aku juga dulu gitu walaupun gak masuk 3 besar seleksi kota wkwk jangan kelamaan juga ditimbun ntar dimakan rayap :P

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iya, aku jauh lebih suka Evergreen ^_^

      Hapus
  3. aku juga takjub ama penggambaran Jepang di sini, Winna Efendi bisa detail menjabarkannya. Keren yaa... ;)
    wuih...salut masih suka ke perpustakaan :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. ^^
      Hihi kalo ke perpusnya Kak Luckty banyak novel-novel bagus pasti betah bangeeeeeeeet :)

      Hapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^