Senin, 20 Januari 2014

Review Fly to the Sky; Terbang Bersama Cintamu

Judul buku: Fly to the Sky
Penulis: Nina Ardianti & Moemoe Rizal
Penerbit: GagasMedia, 2012
ISBN: 979-780-555-7
Jumlah halaman: 360 halaman
Keterangan: Pinjam dari Nisa
Rating: 5/5

Blurb: 
Bertemu denganmu tidak pernah ada dalam agendaku. Begitu pula mungkin denganmu, tak tebersit namaku dalam hari-harimu, dulu. Tetapi, siapa yang menyangka, ujung benang merah milikku ternyata tersangkut di kelingkingmu.

Saat pertama kali bertemumu, tak ada yang asing. Kau seperti
dikirimkan dari masa lalu, seperti seseorang yang memang seharusnya menghuni ruang hatiku. Namun, tak ada dari kita yang menyadarinya. Sampai aku bergerak menjauh, dan kau berbalik menghilang. Padahal, rinai tawamu kusimpan, dan selalu kujaga dengan rindu menderu. Diam-diam, aku membisikkan harap, kapan kita berjumpa lagi?

Bukankah sudah diikat-Nya ujung benang merahmu di kelingkingku? Jadi, aku percaya kau akan menemukanku. Menggenapkan rindu yang separuh.

Fly to the Sky merupakan sebuah proyek GagasDuet yang ditulis oleh Nina Ardianti dan Moemoe Rizal. Terdiri dari dua kisah yang memiliki benang merah yakni sama-sama membagikan kisah manusia yang sulit jatuh cinta. Kisah pertama yakni Edyta, ditulis oleh Nina Ardianti sedangkan kisah kedua, Ardian, ditulis oleh Moemoe Rizal.
"Kalau kamu nggak bisa tertawa berulang-ulang untuk hal yang sama, lalu mengapa kamu terus menangis berulang-ulang untuk masalah yang sama?" (Hal. 64)
EDYTA. Berecerita mengenai seorang wanita bernama Edyta Adrianissa Fauzi yang bekerja di sebuah bank, usianya almost 27 years old namun sedikit kekanakan dan sloppy. Tercatat pernah tiga kali menjalin hubungan dan tiga kali juga hubungannya kandas. Suatu hari, sahabatnya yang bernama Syiana beserta kekasihnya, Yudha, mempertemukan Edyta dengan seorang pria yang senyumnya breathtaking bernama Radit. Bukan hanya Syiana serta Yudha yang berniat menjodohkan Edyta, kedua kakak Edyta tak ketinggalan deskmate-nya pun berniat melakukan hal yang sama hingga Edyta terjebak blind date dengan seorang pria bernama Bara namun batal karena Bara tidak bisa datang dikarenakan ekor anjingnya kejepit, this is so funny! I can't stop laughing *abaikan* Akhirnya, Edyta pergi ke sebuah tempat makan dan bertemu dengan Ardian yang mungkin bisa menjadi problem solver atas setiap masalah yang Edyta miliki namun di sisi lain, hubungan Edyta dan Radit pun semakin intens.

"Apa pun yang terjadi di masa lalu, yang aku lihat dari kamu adalah masa depan." (Hal. 290)
ARDIAN. Seorang pilot di maskapai penerbangan Indonesia Airbridge yang membuat check list untuk calon istrinya kelak yakni harus independent, polite, self-controlled, speaking frequency dan money saver. Ardian memiliki seorang sahabat pramugari yang akhirnya menjodohkannya dengan seorang pramugari bernama Mawar yang memiliki seluruh kriteria check-list yang Ardian inginkan. Meski pun Ardian punya pengalaman kisah cinta yang buruk dengan beberapa pramugari, namun ia yakin bila suatu saat ia menjalin hubungan dengan Mawar, kisah cintanya akan berbeda. Sampai suatu hari, Ardian bertemu dengan seorang wanita bernama Edyta yang menyerobot kursinya di sebuah tempat makan. Dari pertemuan pertama, Ardian sudah memiliki kesimpulan mengenai Edyta yang benar-benar jauh dari kriterianya apalagi dengan Mawar.

Well, ini GagasDuet kedua yang saya baca setelah Bittersweet Love. Saya membaca Edyta pukul sepuluh pagi hingga tertidur. Lalu dilanjut pukul empat sore hingga tertidur. *Bacanya cuma beberapa menit, keburu ngantuk habis begadang* setelah itu, pukul delapan malam saya hajar hingga menembus Ardian dan saya selesaikan malam itu juga.
Saya sudah membaca novel Nina yang berjudul Restart dan saya pikir, penggambaran Edyta tak jauh berbeda dengan tokoh Syiana di dalam cerita Restart namun lebih apa ya hahaha berantakaaaaaan gila gak itu cewek ninggalin kunci mobil pada orang yang sama sekali belum dikenal tapi unik dan lebih fresh juga :") Ini adalah sebuah proyek duet yang tak boleh saya lewatkan salah satu di antara keduanya karena jika saya tidak membaca Edyta, maka saya tidak akan merasakan greget saat membaca Ardian. Ya, sebuah kesatuan, sebuah paket, yang tak boleh dilwatkan. Seperti sebelumnya, selalu memperoleh istilah-istilah English yang keren dari tulisan Nina. Sometimes, I feel like I wanna learn bout English wif her! *bener gak tuh hahaha :D*

Untuk kisah Ardian, haaaaaaaaaaaaa I love it so much! I love its story, I love its conflict, I love its character especially Ardian! Penggambaran dunia penerbangan yang begitu detil, konflik yang cukup panas haha dan membuat saya tak bisa menutup novel hingga membaca halaman terakhir padahal saat itu, saya dilanda kantuk berat beruntung teman saya rajin sms saya dan menemani saya membaca, saya berterimakasih untuk itu :P candaan yang pas dan tak jayus namun bisa bikin ketawa-ketawa sendiri hahaha ya pokoknya bagus banget! Yay Nina maupun Moemoe saling melengkapi :)

Kata-kata favorit yang saya temukan di halaman 329, "Sempurna adalah Sylvester makan Tweety. Begitu Sylvester berhasil nyantap si burung kuning itu, maka semua perjuangan selesai, dan usahanya itu berakhir sempurna.", "Saat semuanya berakhir sempurna, serial Tweety-nya tamat." Dengan cinta pun demikian. Tidak usah mencari yang sempurna, carilah yang bisa melengkapi satu sama lain #eiyaaaaaaaaa^^


Indonesian Romance Reading Challenge 2014


8 komentar:

  1. Setuju sama resensinya. Buku ini memang wajib untuk dibaca haha :D

    BalasHapus
  2. Tapi yang bagian Edyta juga bagus kok Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bagus, Edyta ceroboh banget, bikin cerita lebih hidup

      Hapus
  3. salah satu gagasduet favoritku ditulis oleh dua penulis favoritku juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuuuuuuuuuu!!! Aku suka tulisannya Bang Moemoe :D

      Hapus
  4. aku kepikiran mau beli buku yang ini aja gitu teh u,u

    BalasHapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^