Senin, 06 Januari 2014

[Review] Hujan Punya Cerita tentang Kita karya Yoana Dianika

Judul buku: Hujan Punya Cerita tentang Kita
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: Bukune 2013 (Cetakan ke-5)
Jumlah halaman: 268 halaman
ISBN: 602-220-041-5
Rating: 3/5

Blurb: 
Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan,
seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan.
Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun.
Cinta ini sudah berada tepat di tempat yang seharusnya, di ruang hatimu dan hatiku.

Namun, mengapa resah justru yang merajai kita?
Padahal, katanya cinta sanggup menjaga.
Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan:
aku ingin hari depanku selalu bersamamu.

Aku mencintaimu. Selalu.
Dan, mereka tak peru tahu...

Aku mencintaimu selalu. Dan, mereka tak perlu tahu...

Bercerita mengenai Kinanthi, gadis yang tidak menyukai hujan dan bertemu dengan Rangga, si photographer yang begitu menyukai hujan. Mereka dipertemukan ketika tengah melaksankan KKN di desa terpencil di daerah Bojonegoro sebagai partner satu kelompok meskipun sebenarnya mereka bukan teman satu jurusan ataupun satu kelas. Rangga mengetahui ada sisi unik dalam diri Kie yang tak dimiliki wanita manapun. Sifat Kie yang sedikit pendiam dan ramah, mampu menaklukan hati Rangga. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk berpacaran dan tanpa mereka sadari, mereka telah mematahkan dua hati insan manusia yakni Krisan dan Azar yang sejak awal sama-sama menyukai Rangga dan Kie. Namun, cerita tak berhenti di situ karena konflik pun berlanjut. Sesutu hal tak terduga pun terjadi sehingga kisah cinta mereka harus berakhir secara tragis. Benar-benar tragis *ups spoiler*

Membaca novel setebal 268 halaman selama hampir tiga jam nonstop tanpa men-skip halaman. ^^ Suasana KKN begitu menarik untuk diikuti mengingat saya akan melaksanakannya juga tahun ini. Hehe *curcol*. Setelah membaca ini, saya jadi mempunyai gambaran mengenai suasana dan keadaan saat KKN berlangsung.

Penjabaran suasana dan segala sesuatunya begitu detil, bahkan terlampau detil menurut saya hehe.. bahasanya santai dan mudah dipahami. Di awal-awal terlalu lamban dan bertele-tele sehingga sedikit bosan membacanya tetapi mengingat komitmen pada diri saya sendiri bahwa saya harus menyelesaikan buku ini malam itu juga, akhirnya saya paksakan untuk membaca hingga akhir. Berbeda dengan bab-bab awal yang terkesan lamban, di bagian akhir justru sangat tergesa-gesa. Semua terjadi begitu cepat atau dalam bahasa sunda bisa dikatakan "ujug-ujug". Ujug-ujug terjadi, ujug-ujug ada tanpa ada penjelasan yang benar-benar bisa membuat saya berkata, "Oh gara-gara itu."

Saya sudah beberapa kali menemukan konflik yang serupa dengan konflik yang disajikan di dalam novel ini di beberapa film atau drama. Mengingatkan saya pada sebuah drama Korea favorit saya yang menguras begitu banyak air mata, namun tidak untuk novel ini, maaf. Seperti yang saya jabarkan di atas, endingnya terlalu tergesa-gesa sehingga saya kurang menikmatinya. Tapi novel ini memiliki banyhak sekali hal-hal yang tak terduga dan mengejutkan. Endingnya pun benar-benar mampu membuat saya speechless. Tragis dan jahat. Hiks....

Ada adegan romantis yang begitu aku suka. Ketika Kie dan Rangga terjebak hujan besar dengan petir yang menggelegar. Kie yang tak menyukai hujan dan takut petir, langsung bergetar.Disitu Rangga menenangkan seraya berkata, "jangan melihat apapun. Aku akan menjadi indera penglihatanmu untuk sementara." Aaaaah sweet!

Beberapa kalimat favorit:
  1. "Untuk bisa meresapi sebuah lagu memang perlu perasaan. Jadi, walau pun enggak tahu bahasanya, kamu bisa merasakan makna yang tertuang di lagu itu, iya kan?" - Kie kepada Azar (Hal. 79)
  2. "Manusia perlu belajar sejarah, bukan untuk meratapi masa lalu, lebih tepatnya, mengoreksi masa lalu agar bisa berjalan lebih baik ke depannya." - Rangga (Hal. 196)
  3. "Kalau bisa berlari kenapa harus berjalan? Saat kamu berjalan, kamu tertinggal seperkian detik dari hal yang bisa kamu kerjakan saat berlari." - Kie (Hal. 205)
-----------------------------------3/5 stars--------------------------------------
Indonesian Romance Reading Challenge 2014

8 komentar:

  1. dulu aku pernah baca sekilas buku ini di tobuk, baca endingnya juga, akhirnya malas beli deh, tapi dari segi cerita kayaknya menarik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya endingnya hhiks jahat :D

      Hapus
  2. Pernah liat temen baca buku ini, kayaknya menarik juga ya hehe :D

    BalasHapus
  3. book wish list aku yang sampe sekarang gak kecapai juga mhehehe xD
    gimana gaya penulisan yoana? dari dulu penasaran sama gaya penulisannya dia :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main sini, nanti tak pinjemin wkakaka

      Hapus
  4. Hmmmmmm tapi menurut aku ini novel kurang memikat hati, cuma 2 bintang sih...................... :|

    BalasHapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^