Selasa, 28 Januari 2014

Review Memori; Tentang Cinta yang Tak Lagi Sama

Judul buku: Memori
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: GagasMedia, 2012
Jumlah halaman: 304 hlm.
ISBN: 979-780-562-X
Rating: 4/5
Blurb: 
Cinta itu egois, sayangku.
Dia tak akan mau berbagi.

Dan seringnya, cinta bisa berubah jadi sesuatu yang jahat. Menyuruhmu berdusta, berkhianat, melepas hal terbaik dalam gidupmu. Kau tidak tahu sebesar apa taruhan yang sedang kau pasang atas nama cinta. Kau tidak tahu kebahagiaan siapa saja yang sedang berada di ujung tanduk saat ini.

Kau buta dan tuli karena cinta. Kau pikir kau bisa dibuatnya bahagia selamanya. Harusnya kau ingat, tak pernah ada yang abadi di dunia-cinta juga tidak. Sebelum kau berhasil mencegah, semua yang kau miliki terlepas dari genggaman.

Kau pun terpuruk sendiri, menangisi cinta yang akhirnya memutuskan pergi.
"Tidak ada perasaan yang bertahan selamanya. Aku belajar itu dari papa. Cepat atau lambat, sesuatu yang kita miliki akan hilang dan yang tertinggal kemudian cuma rasa benci." (Hal.247)

Dimulai ketika Mahoni, seorang wanita yang berprofesi sebagai arsitek dan bekerja di Virginia, Amerika, terpaksa pulang ke tanah air dikarenakan ia harus menghadiri acara pemakaman ayah kandungnya yang meninggal akibat kecelakaan bersama Grace, ibu tirinya sekaligus wanita yang diduga memisahkan ayahnya dari ibu kandungnya, Mae. Awalnya, Mahoni hanya berniat pulang untuk dua hari saja. Setelah pemakaman selesai, maka ia akan kembali ke Virginia. Namun siapa sangka, ternyata ada hal lain yang mengharuskan Mahoni mengambil keputusan untuk menetap di Indonesia selama dua tahun.

Adalah Sigi, pria berusia 17 tahun yang bisa dikatakan adalah adik tiri Mahoni. Anak dari ayah dan Grace itu kini tak punya siapapun lagi paska ditinggal mati kedua orang tuanya. Terpaksa Mahoni harus tinggal bersamanya di rumah peninggalan ayahnya kendati ia tak ingin berada di sana ataupun tinggal bersama Sigi.

Tak hanya itu, di Jakarta, Mahoni dipertemukan kembali dengan seseorang di masa lalunya bernama Simon. Mahoni merasa begitu beruntung, namun ia harus menerima kenyataan pahit saat tahu ternyata Simon telah memiliki kekasih bernama Sofia. Keduanya berprofesi sebagai arsitek sama seperti dirinya. Lalu bagaimana kisah Mahoni selanjutnya? Bagaimana hubungannya dengan Sigi, Simon ataupun Sofia? Read it by yourself   :P 

Novel dewasa yang manis dengan porsi keromantisan yang pas hehe gak berlebihan. Mengingat agak sedikit fobia baca novel dewasa yang terlalu vulgar, mengganggu konsentrasi membaca wkwk. Alurnya rapi, meskipun ada flashback di beberapa bagian, namun tak mengganggu sama sekali. Justru, kisah masa lalu si tokoh utama tersebut sangat berperan dalam menghidupkan cerita. Deskripsi ceritanya pun kuat dan indah, menggunakan sudut pandang dari orang pertama yakni Mahoni.

Karakterisasi yang kuat dan memorable. Mahoni dengan prinsip hidupnya yang tak akan pernah meniru atau membuat sketsa pekerjaannya atas permintaan klien juga tak mampu melupakan dan melepaskan amarahnya begitu saja kepada orang-orang yang menurutnya sudah membuat hidupnya berantakan. Sigi yang cuek yang mewarisi bakat ayahnya. Ada lagi Simon yang sinis dan terlalu straight  serta to the point melontarkan apa yang ingin ia katakan. Lalu Sofia yang pintar serta baik hati. Semuanya kuat :)

Namun, ada beberapa istilah yang saya tidak ketahui membuat saya tak mampu membayangkannya. Seperti pada halaman 58, "Kami menghampiri Jeep Wrangler warna mustard yang terparkir di pelataran." bagaimana bisa membayangkan, warna mustardnya saja saya tidak tahu yang seperti apa wkwk *katro* itu merupakan salah satu istilah dari banyak sekali istilah di dalam novel ini yang tidak saya ketahui.

Lalu, bagaimana dengan Ron yang di awal cerita memegang peranan cukup penting dan membuat saya terkecoh namun tak ada kejelasan di bagian ending? Menghilang begitu saja :( overall, novel ini manis dan berbobot.
Indonesian Reading Challenge 2014

7 komentar:

  1. Ass.. Ateu Deta apa kabar ? Review novelnya bagus-bagus... ditunggu posting review novel yang lainnya y.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam. Alhamdulillah baik hihi di Garut apa kabar? Pengin pulang kampung hihi waaah makasih banyak sistaaaa, iya sip. Makasih ya udah visit ^_^

      Hapus
  2. Barter sama ini boleh Kak? ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangaaaan teeteeehh.... aku belum baca heeheeeeehe

      Hapus
    2. Adel: Hehe ini gak aku barter ^^
      Rikok: Sewa :P

      Hapus
  3. yeay suka juga, salah satu buku favoritku sepanjang masa :)

    BalasHapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^