Kamis, 23 Januari 2014

Review Paris; Aline

Judul buku: Paris; Aline (Setiap Tempat Punya Cerita)
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: GagasMedia, 2013 (Cetakan ke-4)
ISBN: 978-979-780-577-7
Jumlah halaman: 212 halaman
Rating: 5/5

Blurb:
Pembaca tersayang,

Dari Paris, sepotong kisah cinta bergulir, merupakan racikan istimewa dari tangan terampil Prisca Primasari yang sudah dikenal reputasinya dengan karya-karya sebelumnya Éclair, Beautiful Mistake, dan Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa.

Ini tentang sebuah pertemuan takdir Aline dan seorang laki-laki bernama Sena. Terlepas dari hal-hal menarik yang dia temukan di diri orang itu, Sena menyimpan misteri, seperti mengapa Aline diajaknya bertemu di Bastille yang jelas-jelas adalah bekas penjara, pukul 12 malam pula? Dan mengapa pula laki-laki itu sangat hobi mendatangi tempat-tempat seperti pemakaman Père Lachaise yang konon berhantu?

Setiap tempat punya cerita. Dan inilah sepotong kisah cinta yang kami kirimkan dari Paris dengan prangko yang berbau harum.

Enjoy the journey,
EDITOR


Suatu hari, Sevigne menerima paket yang berisi undangan pernikahan dan sebuah buku diary dari sahabatnya, Aline yang berada di Indonesia. Sevigne mulai membaca halaman demi halaman diary Aline yang mengisahkan segala sesuatu tentang Aline saat berada di Paris. Dimulai ketika Aline merasa patah hati oleh "Si ubur-ubur", rekan kerja Aline di bistro Indonesia, yang jadian dengan Lucie. Untuk sedikit mengobati sakit hatinya, Aline pergi berjalan-jalan ke Jardin du Luxembourg dan tanpa diduga, ia menemukan pecahan porselen yang diduga milik Aeolus Sena karena namanya tertera di bagian belakang porselen setelah Aline mencoba menyatukan pecahan-pecahan porselen tersebut.

Aline berniat untuk mengembalikan porselen tersebut ia lalu mencari informasi mengenai Sena di internet hingga ia menemukan alamat e-mail pria itu. Sena pun membuat janji dengan Aline di penjara Bastille pukul 12 malam. Namun, Sena tiba-tiba membatalkan janjinya, padahal saat itu Aline sudah bersusah payah pergi ke penjara Bastille. Keesokan harinya, Sena meminta Aline untuk menemuinya di tempat yang sama pukul 12 malam. Dan Sena lagi-lagi membatalkan janjinya. Untungnya, pada saat itu, Aline tidak sendirian, ia ditemanai oleh Ezra, tetangga di apartemennya.

Keesokan harinya, Aline akhirnya bertemu dengan Sena untuk pertama kalinya. Sena mengenakan kaca mata bulat dan beberapa syal yang melilit di lehernya. Sebagai rasa terimakasih Sena, ia berjanji untuk mengabulkan 3 permintaan Aline. Lalu bagaimanakah cerita selanjutnya? Siapa Sevigne yang Aline percaya untuk membaca diary-nya? Siapa "si ubur-ubur" dan Ezra? Rahasia apa yang disimpan Sena hingga ia menyukai tempat-tempat seram? Read by yourself :P

Uhm.. sweet :)  Sesuatu yang baru yang disajikan penulis dimana tokoh utama merupakan orang Indonesia asli sehingga mempengaruhi dialog yang tidak terlalu memakai kata-kata baku seperti novel-novel beliau sebelumnya. Ini yang saya tunggu mengingat novel-novel Prisca yang sudah saya baca menyajikan cerita tentang orang-orang luar, seperti Eclair, Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa dan Evergreen. Saya ingin membaca sajian yang baru yang berbeda dari sebelumnnya ya kecuali jalan cerita yang sudah pasti berbeda hehehe dan akhirnya terkabulkan. Selain itu, Paris; Aline ini menggunakan POV orang pertama yang lagi-lagi berbeda dengan novel-novel beliau sebelumnya. It's good job, saya patut berbangga pada beliau ^^

Ceritanya membuat saya penasaran, tak ingin menutup buku hingga membaca kata terakhir dari buku ini. Hehehe seriussss! Selalu seperti ini ketika membaca buku beliau. Namun, saya masih belum puas menyantapnya mengingat novel ini hanya memiliki 212 halaman, saya masih ingin mengetahui tentang dua orang yang menampung Sena paska mereka masuk RS.

Alurnya rapi, penggambaran mengenai tempatnya pun sangat bagus namun penyelesaian konfliknya terlalu cepat menurut saya. Walaupun begitu, saya terkesan oleh Sena, ya that guy! Pria Indonesia yang sudah tinggal di Paris selama depalan tahun namun belum pernah bertemu dengan kakaknya yang sama-sama menetap sana. Pria Indonesia yang mengaku bekerja di tempat reparasi mesin tik. Pria Indonesia yang tak pernah jaga image, mengatakan apa yang ingin ia katakan sekali pun itu menyakitkan untuk orang yang dituju hahaha dan masih banyak sekali definisi-definisi yang menggambarkan Sena. Keren! xD

Beberapa kalimat favorit: 

"Orang yang nggak punya bakat sama sekali bisa nyombong sampai segitu-gitunya. Sementara yang berbakat malah bilang gambarnya jelek." Sena, halaman 79 

Beginikah cinta itu? Saat kita tahu tak kasat mata bagi orang yang dicintai tapi tetap melakukan apapun demi orang itu? Halaman 167

This novel has a very nice story but not the best one from Prisca Primasari. Saya lebih suka Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa, yang sama-sama mengambil latar Perancis ^^ But overall, nice! 4,5 stars. Untuk cerita yang manis dan romantis :)

Indonesian Romance Reading Challenge 2014


13 komentar:

  1. Balasan
    1. Aku beli online sis hehe dari daerah Bandung.

      Hapus
  2. Pernah liat temen baca buku ini juga, pingin minjem tapi katanya dia juga belum kelar baca -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk mungkin sekarang udah selesai baca, De ^^

      Hapus
  3. Mau baca yang inii ntar yaah hehe :3
    nih coba liat yang ini, http://erikaputrigustiana.blogspot.com/2014/01/judul-buku-ai-penulis-winnaefendi.html

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Seru banget loh, Kak. Ayo dibaca ^^

      Hapus
  5. aku juga suka novel yang satu ini..salah satu favorit.. segar aja bacaannya..unik dan menggemaskan..banyak pengetahuan baru yg bisa kita dapet..kerenn..!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku suka karya-karya Kak Prisca termasuk Paris ^^

      Hapus
  6. mbak prisca pernah bilang dia kesusahan kalo nulis dengan setting Indonesia tapi tetep aja tulisannya menarik dan unik :)

    BalasHapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^