Rabu, 12 Februari 2014

Review Cemburu; Di Antara Sakura Padang Salju

Judul buku: Cemburu
Penulis: Hapsari Hanggarini
Penerbit: Bukune, 2013
Jumlah halaman: 202 halaman
ISBN: 602-220-087-3
Keterangan: Pinjam dari Erika
Rating: 3/5

Blurb: Hiduplah seperti bunga sakura. Meski singkat, bisa memberi kebahagiaan bagi orang lain-bahkan hanya dengan melihatnya

HIKARI
Kau bersama dia yang begitu sempurna. Aku cemburu. Tapi, aku tak tahu bagaimana untuk mengungkapkan rasa ini tanpa menyakiti dirimu dan diriku. Apakah aku hanya bagai bunga sakura bagimu? Yang merekah sejenak, lalu gugur ketika musim semi berganti. Kau menyukaiku, benarkah?

SHIN
Di antara butiran salju dari pucuk-pucuk pohon di sebuah padang salju yang putih menyilaukan, aku menemukan seraut wajah. Kau, bukan dia. Dan, aku selalu berharap kau duduk di bangku taman itu meski nyatanya aku menemukannya selalu kosong. Aku mencoba kembali memupuk harapan di hati, sendiri. Aku menyukaimu-ah, bukan, aku mencintaimu, bolehkah? Kapan kau akan tahu?
Secara singkat bercerita mengenai Shin, pemuda blasteran Indonesia-Jepang yang lahir di Indonesia namun ketika menginjak tahun kedua di SMA, ayah Shin yang sebelumnya bekerja di Jakarta ditugaskan untuk kembali bertugas di Jepang tepatnya di kota Sapporo. Karena itulah, mau tak mau Shin harus pindah sekolah.

Ketika Shin menginjakkan kakinya di sekolah baru di Sapporo, Shin sudah mendapatkan banyak perhatian dari murid-murid lainnya. Tak terkecuali dari murid-murid perempuan yang memuji pesona Shin. Namun, tidak begitu halnya dengan Ken, yang justru menaruh dendam pada Shin. Kehadiran Shin, membuka ingatan masa lalu Ken, sebuah peristiwa yang tak akan pernah Ken lupakan yang ia simpan selama bertahun-tahun dalam hatinya dan mengendap sebagai sebuah dendam yang harus Ken balas. Ken pun mulai melakukan tindakan bullying atau dalam bahasa Jepang disebut ijime kepada Shin.

Kekesalan Ken semakin memuncak ketika ia mendapati fakta bahwa Shin dekat dengan Natsumi, mantan pacarnya yang belum bisa ia lupakan sepenuhnya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Ken mulai merelakan Natsumi karena ia pikir Shin tidak seburuk yang ia pikir dan cukup baik untuk mendampingi Natsumi. Namun, Ken kembali harus meradang ketika Shin pun dekat dengan Hikari, saudara sepupunya yang cantik yang begitu ia sayangi. Ken merasa cemburu karena Shin bisa disukai oleh dua wanita sekaligus, terlebih-lebih dua wanita itu adalah orang-orang terdekatnya. Natsumi dan Hikari. Ken takut, jika ia menjadi terlupakan.

Lalu bagimana kisah antara Shin, Hikari, Ken dan Natsumi? Baca selengkapnya di Cemburu :)

Novel kedua penulis yang saya baca setelah Sapporo No Niji. Harus saya akui, bahwa Cemburu lebih baik dari Sapporo No Niji. Konfliknya terasah dan terselesaikan dengan baik. Memiliki karakter-karakter yang sangat kuat, terutama Ken yang sinis dan pendendam.

Ide mengani bullying pun belum banyak diangkat oleh penulis membuat novel ini terasa berbeda dan menarik. Namun, ada beberapa hal yang mengganjal, saya merasa bahwa alurnya terlalu cepat. Tiba-tiba seperti ini, tiba-tiba seperti itu. Dan terdapat banyak sekali ketidakkonsistenan penulis terhadap ceritanya. Contohnya saja, Ken yang menaruh dendam terhadap Shin karena Shin dirasa memuakkan namun di waktu yang bersamaan, Ken merelakan Natsumi pada Shin, Ken menganggap Shin cukup baik untuk Natsumi. Mungkin, jika penulis menceritakan sebab mengapa Ken bersikap demikian, maka saya tidak akan terlalu bertanya-tanya. Namun, tidak ada penjelasan sebelumnya, sehingga saya menganggap bahwa hal ini merupakan ketidakkonsistenan.

Sapporo yang diselimuti salju saat terjadi tindakan bullying benar-benar cocok, tepat dan cerdas. Atmosfernya sangat terasa ketika Shin menahan emosinya dibalik tumpukkan salju, sesaat setelah rekan-rekannya mengubur menyelimuti dirinya oleh salju.

Oke, novel ini cukup manis dengan bahasa narasi yang sedikit puitis namun mudah dipahami.


---------------------------------------------------------------
Indonesian Romance Reading Challenge 2014

6 komentar:

  1. Nice review jd pengn baca eung

    BalasHapus
  2. Saya juga onreading baca ini xD

    BalasHapus
  3. oalah ini yang nulis buku Sapporo No Niji, penulis sepertinya suka banget sama Jepang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi, bener Kak hehehe kayaknya sih gitu. Tapi menurutku, yang ini lebih bagus dari Sapporo hehe

      Hapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^