Senin, 10 Februari 2014

Review Marriageable; Gue Mau Nikah Asal...


Judul Buku: Marriageable
Penulis: Riri Sardjono
Penerbit: GagasMedia, 2013 (Cetakan ke-7)
Jumlah halaman: 368 Halaman
ISBN: 978-979-780-651-4

Book Blurb:

Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku.
        "Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!"
        "Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date."
        "Yeah," sahutku sinis. "Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama."
        Mamz pikir aku belum menikah karena nasibku yang buruk. Dan kalau beliau tidak segera bertindak, maka nasibku akan semakin memburuk. Tapi Mamz lupa bertanya apa alasanku hingga belum tergerak untuk melangkah ke arah sana.
        Alasanku simpel. Karena Mamz dan Papz bukan pasangan Huxtable. Mungkin jauh di dalam hatinya, mereka menyesali keputusannya untuk menikah. Atau paling tidak, menyesali pilihannya. Seperti Dina, sahabatku.
        "Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!"
        Dina tergelak mendengarnya. "Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!" 
        See??
        "Oh my God!" desah Kika ngeri. "Pernikahan adalah waktu yang terlalu lama untuk cinta!"
        Yup! 
        That’s my reason, Darling!


 "Kadang gue pikir, gue nggak pengin kawin. Tapi kadang gue ngerasa itu nggak normal dan seharusnya gue emang kawin.

Berkisah mengenai Flory yang hampir menginjak usia ke-32 tahun namun masih melajang. Tanpa seorang pacar apalagi suami. Ibunya yang terlampau perduli rupanya berusaha mencarikan jodoh utuk Flory. Dikenalkanlah Vadin kepada Flory, seorang pengacara keren yang Flory sebut sebagai pangeran kodok.

Apakah setiap perempuan secara naluri memang mencari Mr. Right? Apakah justru itu yang menjadi salah satu penyebab terbesar dari kekecewaan kami? Karena seperti kata Gerry, di bawah sini nobody perfect. Sementara kekurangan tidak mungkin ada di dalam kriteria Mr. Right. Seperti para lelaki yang mengharapkan kesempurnaan fisik perempuan, kami juga mengharapkan kesempurnaan entah apa. Mungkin seorang pangeran, seperti yang sering kami dengar dalam dongeng Cinderella, yang akan mencintai kami till death do us part.

Susah bagi Flory untuk mencintai seorang pria, apalagi Vadin yang baru saja ia kenal. Satu-satunya lelaki yang ia cintai adalah Gilang, mantan pacarnya yang tega meninggalkannya demi Barbie yang bahkan  tidak lebih pintar darinya. Namun, setelah mempertimbangkan dengan matang dibantu dengan saran dari teman-teman Flory, akhirnya Flory memutuskan untuk menikah dengan Vadin meskipun pada saat itu, Flory sama sekali tak menaruh hati pada Vadin. Namun, dirinya dilanda begitu banyak kekhawatiran, salah satunya mengenai ancaman melajang seumur hidup, akhirnya ia memutuskan untuk mengambil jalan menikah. Namun satu hal, Flory mengadakan perjanjian dengan Vadin, yakni mereka hanya sekedar menikah tanpa have sex.

Dari hari ke hari, Flory semakin merasa nyaman hidup satu rumah bersama Vadin, meskipun mereka tidak tidur di dalam satu kamar. Namun Flory meragukan perasaannya. Menurutnya, itu tak cukup untuk dikatakan cinta. Hingga datanglah perempuan lain dalam hidup Vadin yakni Nadya, rekan kerja sekaligus mantan pacar Vadin yang begitu cantik, melampaui Flory. Dan di saat yang bersamaan, Gilang pun datang kembali ke kehidupan Flory. Flory merencanakan mind game yang ternyata malah membuatnya semakin terjebak dan di saat itulah ia menyadari cintanya kepada Vadin, namun semua seakan terlambat. Mengapa? Read it by yourself :P


Ahaaaa......... I love this novel so fuckin much!!! Sumpah yang awalnya udah pesimis banget mengingat novel ini dikategorikan dewasa. Well, bukannya sok suci atau sok alim, tapi tulisan-tulisan di novel dewasa itu lumayan mengganggu konsentrasi baca kkkkk~  berdasarkan pengalaman emang gitu.

Marriageable, sumpah bagus dan ngena banget! Simple but meaningful. Tema cerita yang mainstream menganai perjodohan diobrak-abrik sedemikian rupa hingga terciptalah sebuah karya luar biasa ini, gak heran kalau novel ini laris dipasaran hingga cetakan ke-7! Dan saya tidak menyesal sama sekali telah memilikinya, yeheeeeey :D

Gaya penulisan yang vulgar dan liar tetapi itu masih bisa diterima yang membuat novel ini semakin menarik. Karakter yang diciptakan pun sangat kuat sekali, berbeda satu sama lain. Gaya bercerita Riri yang asik dan mengalir, membuat siapapun pasti ingin terus membaca dan membacanya lagi hingga halaman terakhir. Bahkan meskipun hanya hal-hal spele sekali pun mempunyai sisi yang menarik. Oh uh, entahlah, saya sangat suka buku ini. Konflik-konflik kecil bisa bikin tegang apalagi ketika menyangkut hubungan Flory dan Vadin serta orang ketiga di sekitar mereka. Saya jatuh cinta kepada Vadin, yay that guy! Romantisssssssss aaah tipe suami idaman banget :') OMG, tapi sayang, kemunculannya dirasa masih kurang. Hhikss......

Ada pemikiran-pemikiran orang dewasa mengenai pernikahan yang sebenarnya tidak begitu saya pahami tapi novel ini memberikan banyak pesan kepada pembaca mengenai pernikahan.

-----------------------------------------------------------------------------
Indonesia Romance Reading Challenge 2014





9 komentar:

  1. wah, salah satu book wish list akoh nih qaqa huhuhu :'3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main sini, nanti tak pinjemin hehehe

      Hapus
  2. Wah bagus ya mba? Saya pas mau beli ini kesannya kok dewasa gitu x_x jadi ngga jadi deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ini novel kategori dewasa tapi nggak yang gimana-gimana kok *eh* wkwk

      Hapus
  3. Wohoho 5 bintang? Mauuuuuuuuuuuuuuuuuuu.

    BalasHapus
  4. yak ini beneran rame ga sih? ko dari covernya tidak meyakinkan... -__- hehe

    BalasHapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^