Selasa, 25 Februari 2014

Review Yang Kedua

Judul Buku: Yang Kedua
Penulis: Riawani Elyta
Penerbit: Bukune, 2012
Jumlah Halaman: 250 halaman
ISBN: 602-220-040-7
Rating: 3/5

Blurb: Kau bagai lagu indah, yang membuatku jatuh cinta dalam cara yang sederhana. Menyusu cepat ke dalam dada, mengentakkan hati, lalu mengisi penuh ruang kosong jiwa. Kaulah lirik yang selalu bisa kugumamkan dalam benakku, tanpa jemu.

Kau tahu, ketika aku menyerahkan hatiku-telah kuserahkan seluruhnya. Namun, mengapa kita tak bisa sekedar saling tatap. Mengapa kita tak bisa saling teriakkan, bahwa cinta yang kita rasa membuat bahagia dalam diri luruh hingga ke ujung-ujung jari yang menghangat. Tak ada yang salah dengan cinta, cinta antara kau dan aku. Mungkin, yang salah hanyalah waktu. Kau dan aku seharusnya sejak dulu bertemu.

"Kalau boleh tahu, apa yang membuatmu langsung masuk ke lift? Hanya spontanitas belaka karena mendengar teriakan minta tolong? Atau kamu memang tahu aku yang ada di dalam lift?"

"Yang kedua!"

Berawal di Shangrilla Cafe, saat Vienna menghadiri pesta ulang tahun temannya. Seperti pesta ulang tahun pada umumnya, terdapat hiburan dan game yang membuat acara semakin hidup. Saat game dimulai, Vienna mendapat sebuah hukuman menyanyi di panggung untuk menghibur tamu yang datang. Namun rupanya, ia tak memiliki keberanian yang cukup untuk bernyanyi di depan khalayak ramai. Tubuhnya gemetar, wajahnya tertunduk ke lantai. Dengan gugup, Vienna menjawab pertanyaan si pemain piano yang menanyakan lagu yang akan Vienna nyanyikan. Tak banyak yang tahu, rupanya Vienna memiliki suara emas yang membuat siapapun berdecak kagum, tak terkecuali Dave, si pemain piano yang mengiringi Vienna bernyanyi.

Tiga belas tahun kemudian, Vienna diceritakan telah menikah dengan tetangganya yang bernama Haris, pria manja yang gampang membuat keputusan, harga dirinya pantang terlecehkan apalagi terhina juga ambisius. Haris menikahi Vienna karena menuruti perintah orang tuanya sedangkan Vienna harus berbesar hati menerima Haris yang jauh dari kata ideal namun dirasa menjadi satu-satunya pria yang bisa menerima Vienna apa adanya setelah ia divonis menderita infeksi rahim dan rahim Vienna diangkat serta mustahil mendapatkan keturunan.

Haris selalu setia mendampingi Vienna termasuk ketika Vienna mengikuti kontes nyanyi berhadiah rumah serta rekaman dari perusahaan terkenal. Saat itu, Vienna hanya meraih juara ke-2 dan hadiah rumah pun gagal ia terima. Namun, Vienna merasa sangat bersyukur karena itu merupakan pencapaian yang luar biasa dalam perjalanan hidupnya. Berbeda dengan Haris yang justru sangat kecewa karena istrinya gagal menyandang predikat sebagai juara pertama namun Haris tetap meminta untuk dibelikan sebuah motor baru dari uang hadiah nyanyi sebagai juara kedua tersebut.

Setelah itu, perusahaan rekaman menyuruh Vienna untuk kembali mengikuti kontes nyanyi di Singapore, kali ini berduet dengan Dave, si peraih juara pertama. Singkat cerita, mereka akhirnya memenangkan predikat sebagai juara pertama. Semenjak itu, keduanya mendadak menjadi sangat  terkenal. Status ekonomi Vienna pun perlahan mulai mengalami perubahan yang signifikan. Bahkan, Haris dengan mudahnya memakai uang hasil jerih payah Vienna untuk mendirikan CV dan investasi-investasi tak jelas, sampai menghabiskan dana mencapai angka 2M/bulan. Lalu bagaimana kelanjutan kisah Dave-Vienna-Haris? Baca novelnya ya :)

Uhm.. pertama kali membaca karya Mbak Riawani. Kesan pertama, mengalir teratur, dengan bahasa yang mudah dipahami juga alur cerita yang rapi. Namun, ada beberapa kekurangan yang saya tangkap. Menurut saya, terlalu lama menuju konflik. Sampai 100 halaman saya baca, saya belum menemukan konflik yang membuat saya penasaran.

Ide cerita yang diusung penulis memang klise, mengenai orang kedua, seseorang yang hadir saat seseorang yang lain sudah memiliki pendamping. Namun, saya akui bahwa penulis mampu mengemasnya menjadi sangat menarik. Dilatarbelakangi dunia seni musik dan entertainment, novel ini menjadi semakin menarik untuk dibaca. Meski, mengangkat permasalahan mengenai rumah tangga, namun saya pikir remaja pun pantas membacanya. Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil.

Karakternya sudah cukup kuat, Vienna yang pemalu yang selalu berusaha membentengi dirinya dari orang lain selain suaminya. Haris yang berambisius namun sedikit egois juga Dave yang lemah lembut, baik hati dan perhatian.

Seandainya, Vienna mengalami kegagalan dalam kontes nyanyi lalu berangsur-angsur bangkit dan akhirnya meraih juara, mungkin novel ini akan menjadi lebih hidup karena tak ada kesuksesan yang instan. Tapi secara kesuluruhan, oke, baik dibaca oleh remaja dan dewasa.

Saya memberikan 4 bintang untuk novel ini. Dan berniat untuk memburu karya-karya penulis yang lainnya ^^
 -------------------------------------3/5 stars (I liked it)-------------------------------
Indonesian Romance Reading Challenge 2014

4 komentar:

  1. thank you Deta, nice review, happy hunting novel yang lain yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Kak. ^^
      Do'akan rezekinya lancar ya, Kak. ^^

      Hapus
  2. Kayaknya seru ya, tentang orang kedua, sesuai dengan judul novelnya hehe :D

    BalasHapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^