Jumat, 07 Maret 2014

Review Bangkok; The Journal

Judul Buku: Bangkok; The Journal
Penulis: Moemoe Rizal
Penerbit: GagasMedia, 2013
Jumlah Halaman: 436 Halaman
ISBN: 979-780-629-4
Keterangan: Pinjam dari Nisa
Rating: 4/5

Sinopsis Belakang Kaver:
Pembaca tersayang,

Siapkan paspormu dan biarkan cerita bergulir. Bangkok mengantar sepasang kakak dan adik pada tek-tekii yang ditebar sang ibu di kota itu. Betapa perjalanan tidak hanya mempertemukan keduanya dengan hal-hal baru, tetapi juga jejak diri di masa lalu.

Di kota ini, Moemoe Rizal (Penulis Jump dan Fly to the Sky) membawa Edvan dan adiknya bertemu dengan takdirnya masing-masing. Lewat kisah yang tersemat di sela-sela candi Budha Wat Mahathat, di antara perahu-perahu kayu yang mengapung di sekujur sungai Chao Phraya, juga di tengah dentuman musik serta cahaya neon yang menyala di Nana Plaza, Bangkok mengajak pembaca memaknai persaudaraan, persahabatan dan cinta.

Tieow hai sa-nuk, selamat jalan,
Editor


Adalah Edvan Wahyudi, seorang arsitek muda yang telah sukses membangun gedung pencakar langit di Singapura setelah meninggalkan ibu dan adiknya, Edvin, selama sepuluh tahun. Ia pergi meninggalkan Indonesia dan menetap di Singapura karena ingin membuktikan kepada keluarganya paska ayahnya meninggal, bahwa ia bisa berhasil tanpa bantuan ibu dan adiknya karena sebelumnya terjadi sedikit percekcokan antara Edvan dan ibunya mengenai harta warisan peninggalan ayahnya.

"...Aku menjadi orang sukses sekarang. Aku berhasil menjadi apa yang aku mau. Aku bisa buktikan aku sanggup mencari uang. Mendapatkan kekayaan melebihi harta warisan Ayah."

Beberapa waktu kemudian, Edvin mengabarkan bahwa ibu mereka telah meninggal. Ini sontak membuat Edvan terkejut dan segera memesan tiket penerbangan ke Indonesia. Setelah tiba di Indonesia, Edvin merancanakan pertemuan dengan kakaknya untuk membicarakan peninggalan ibu mereka dan betapa terkejutnya Edvan karena adik laki-lakinya itu kini telah berubah menjadi seorang wanita, lengkap dengan payudara dan rambut panjang serta bertingkah anggun seperti ibunya.

Kenyataan itu membuat Edvan semakin tak menyukai adiknya. Edvin menyerahkan selembar kalender kuno yang merupakan salah satu dari tujuh lembar jurnal yang di sebar ibunya. Tugas Edvan adalah mencari jurnal-jurnal lainnya yang tersebar di kota Bangkok, Thailand.

Edvan yang merasa bersalah pada ibunya karena sampai ibunya menghembuskan napas terakhirnya pun ia belum pernah menemuinya apalagi meminta maaf, akhirnya memutuskan untuk mencari jurnal yang lain. Dan petualanagan pun dimulai. Edvan bertemu dengan gadis Thai bernama Charm yang bersedia untuk menjadi guide pribadi Edvan dengan bayaran 5000 baht untuk menemukan jurnal-jurnal tersebut. Edvan melihat sesuatu yang berbeda pada Charm yang berbeda dengan wanita-wanita yang sebelumnya ia kenal. Namun rupanya, Charm memiliki sebuah rahasia yang tak diketahui oleh siapapun bahkan oleh adiknya sendiri, Max, yang juga membantu Edvan mencari jurnal-jurnal kuno tersebut. Lantas? Read it by yourself :)

Novel Moemoe ketiga yang saya baca setelah Outrageous dan Fly to the Sky. Yup, bahasanya yang ceplas-ceplos itu saya suka banget haha dafuq xD ide ceritanya fresh mengangkat isu transgender yang sebenarnya lagi in di Thailand dan saya baru tahu setelah baca novel ini ternyata di Thai, itu adalah hal yang biasa. OMG! Jangan heran kalau jalan-jalan ke Thai bertemu dengan banyak lay dee boy/ ladyboy.

Seperti biasa, penuturan bahasa Moemoe selalu enak untuk dibaca, mengalir dinamis dan nggak kaku. Disajikan dengan POV orang pertama dari sudut Edvan. Edvan yang bercerita hihi keren banget. Banyak kisah yang disajikan. Kisah mengenai Edvan dengan Edvin, Edvan dengan Charm juga Edvan dengan Max yang menjadi part favorit saya. Entah mengapa saya suka sekali karakter Edvan dan Max. Klop. Ketika ada satu part dimana mereka berada sangat dekat haha aku gemes sendiri dan gregetan.

Sangat menghibur apalagi jika baca part Max haha si penggila muaythai yang kelakuannya astagaaaaa kocak bingiiit xD Agak kebingungan dengan bahasa Thai yang jarang ada footnotenya sekalipun ada tetep kesulitan bacanya jadi di skip-skip gitu haha... gak ada yang saya ingat kecuali 55555 alias hahahaha!

Menurut saya, kisah romance dan konfliknya kurang greget hihi... novel ini bagus banget tapi saya jauh lebih suka Fly to the Sky, maaf ya bang Moemoe :) Endingnya cukup memuaskan apalagi Edvan yang dari awal perlahan-lahan bisa menerima semua kenyataan yang ada itu luar biasa, bertahap dan tidak terjadi begitu saja. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Salah satunya mengenai isu transgender, ya meskipun transgender itu tidak lumrah apalagi di Indonesia, namun kita harus tetap menghargai mereka yang bertransformasi sebagai, mereka bukan untuk dikucilkan. Terlepas dari permasalahan dosa atau nggak, biar itu menjadi urusan mereka yang melakukan dengan Tuhan tapi pada dasarnya mereka itu sama kayak kita, manusia :) kira-kira seperti itulah pelajaran yang bisa diambil dari novel ini.

It was amazing!
Indonesian Romance Reading Challenge 2014

8 komentar:

  1. Udah baca outrageus Kaaaaaaaaaak? Bagus ngga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah :) Bagus, kok hehe walaupun tipis bukunya I mean, gak setebel Magnificent hehehe :)

      Hapus
    2. Masih punya bukunya ngga? u,u

      Hapus
    3. Barter ke siapa? Inget ngga? '-'

      Hapus
    4. Ke temen sekelas aku hehehe

      Hapus
  2. Ngga nyangka ada gendre bender juga di buku ini, saya pikir normal seperti buku2 lain --" . Tapi beneran seru kan ya? aku mulai mau ngoleksi STPC soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku seru, sis :) STPC Bangkok sama Paris favoritku. Kalo yang Bukune, aku suka Barcelona :)))

      Hapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^