Rabu, 16 April 2014

Review 3600 Detik

Judul Buku: 3600 Detik
Penulis: Charon
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2013 (Cetakan ke-10)
Jumlah Halaman: 200 Halaman
ISBN: 9789792237283
Rating: 3/5 Stars

Sinopsis Paperback:
Sandra sangat terpukul ketika orangtuanya bercerai.... Dan hatinya semakin sakit ketika ayahnya memutuskan ia harus tinggal bersama ibunya, yang selama ini tak pernah dekat dengannya. Kemarahan yang menggelora menjadikan Sandra remaja yang bandel. Berulang kali ia dikeluarkan dari sekolah karena kenakalannya di luar batas.

Akhirnya ibunya memutuskan untuk pindah kota. Mungkin suasana dan lingkungan baru akan mengubah perilaku putrinya. Namun di sekolahnya yang baru ini Sandra sudah bertekad untuk membuat dirinya dikeluarkan lagi. Ia bertekad akan membuat ulah agar para guru tak tahan terhadapnya. Namun ia salah perkiraan. Pak Donny, sangat sabar menghadapinya. Wali kelasnya itu berpendapat, mengeluarkan Sandra berarti menuruti keinginan anak bandel ini.

Namun, lambat laun Sandra berubah. Orangtua maupun gurunya heran. Mereka yakin, Leon-lah yang membuat gadis itu berubah. Mereka juga bertanya-tanya, kenapa Leon bisa bersahabat dengan Sandra, sementara murid-murid yang lain justru menjauhi gadis urakan itu. Apa yang membuat Leon tertarik padanya, padahal keduanya bagaikan langit dan bumi. Leon adalah anak rumahan yang manis, bintang pelajar, sopan, tekun... berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Sandra..
 
Pertama, saya mau berterimakasih kepada GPU yang udah bikin sinopsis paperback dengan sedetil itu jadi saya nggak usah repot-repot bikin sinopsis lagi hihi :)

Udah lama banget rasanya nggak baca teenlit terbitan GPU mungkin sekitar 3 tahunan paska lulus SMA hehe. Beli novel ini karena penasaran waktu lihat cuplikan filmnya di teve. Waktu lihat Goodreads, ternyata ratingnya tinggi juga.

Agak kaget waktu pertama kali baca. Ternyata pakai bahasa baku hihi beda dari teenlit GPU yang udah pernah saya baca. Keren sih, keren banget malah tapi mungkin menurut saya kata panggilan 'kau' dan 'aku' nya yang terlalu kaku. Mungkin kalau diganti 'kamu' dan 'aku' akan lebih enak dibaca mengingat ini kan novel teenlit jadi berasa baca terjemahan ringan gitu deh wkwk

Ceritanya khas teenlit banget yang simple, ringan dan sedikit mudah ditebak wkwk :P tapi salut sama penggunaan bahasa yang sangat baik hanya saja narasinya terlampau pendek kalau menurut saya dan setiap kejadian tidak dijelaskan secara rinci.

Karakterisasinya kuat apalagi Sandra. Alurnya juga rapi dan bertahap. Saya sangat menikmati proses dimana Sandra yang bandel perlahan mencair dan semua ada alasannya meski alasan yang diusung merupakan klise.

Kurang puas di bagian ending, tiba-tiba dan begitu cepat. Padahal kalau penulis mengeksekusi konflik dan ending novel ini lebih baik lagi, mungkin air mata yang menggenang di pelupuk mata saya benar-benar akan jatuh wkwk

---------------------------3/5 Stars (I liked it)-------------------------
Indonesian Romance Reading Challenge

4 komentar:

  1. Emang sangat disayangkan, kejadian ngga dijelaskan secara rinci, kesannya kayak terburu-buru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya coba kalo lebih rinci/ lebih lama, pasti seru hehe

      Hapus
  2. Baca buku ini dari e-book dan nggak diselesaikan, soalnya udah tau jalan ceritanya (gw liat lohh filmnya) :)

    BalasHapus
  3. Gimana versi filmnya rame kah? :)

    BalasHapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^