Minggu, 04 Mei 2014

Review Dance for Two; Karena Kisahku adalah Kisahmu yang Hilang

Judul Buku: Dance for Two
Penulis: Tyas Effendi
Penerbit: GagasMedia, 2013
Jumlah Halaman: 234 Halaman
Rating: 5/5 Stars

Blurb:
Dear editor,

Saya terjebak dalam cerita yang saya mulai sendiri. Saya selalu membiarkanmu mengacaukan kata-kata yang sudah saya urutkan, membiarkanmu memenggal kepala huruf-huruf yang sudah berbaris rapi itu. Saya pun menikmati setiap cara yang saya lakukan untuk merangkainya kembali, lalu menyusunnya menjadi mozaik baru yang kamu suka.

Ini tentangmu, percayalah. Bagian mana dari dirimu yang tidak saya tahu? Tak ada satu celah pun yang terlewat; setiap potong kehidupanmu adalah gambaran paling jelas yang tersimpan dalam benak saya. Setiap langkahmu adalah jejak tanpa putus yang tercetak di atas peta saya.

Saya tidak ingin selamanya menjadi rahasia. Saya hidupkan kamu dalam cerita.
Diawali dengan adegan manis di Sortedams So, Kopenhagen, Denmark saat seorang gadis bernama Caja yang tengah memberi makanan pada beberapa angsa melihat pria bernama Albizia tercebur ke dalam danau es karena ia tidak fokus terhadap langkahnya akibat keasikan memotret angsa-angsa yang cantik. Dari sinilah, Caja mulai memberanikan diri memperkenalkan namanya di depan Albizia, pria yang sudah menyita perhatiannya sejak lama. Namun, sebuah kecelakaan membuat Al melupakan beberapa hal mengenai Caja.

Al merupakan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Kopenhagen. Ia menggemari dunia photography dan yang paling ia suka adalah memotret kuburan. Sedangkan Caja merupakan orang Indonesia yang tinggal di kediaman kakaknya di Kopenhagen. 

Paska kecelakaan itu, Al kembali ke Indonesia. Ia mulai memasuki dunia kerja yakni sebagai editor di sebuah penerbitan. Ia pun menemukan naskah berjudul “Menjemput Cinta di Kopenhagen” dan memutuskan untuk membacanya. Rupanya,naskah tersebut adalah milik Caja yang dikirimkan oleh Ibunya ke penerbit dimana Al bekerja.

Setelah membaca beberapa bab dari draft naskah novelnya Caja, Al merasa bahwa novelnya itu menceritakan tentang dirinya karena kejadian-kejadian yang diceritakan adalah kejadian yang sama persis seperti yang pernah ia alami. Caja tahu bahwa cepat atau lambat, Al akan tersadar. Sehingga, ia menceritakan secara gamblang siapa dirinya. Namun, ada suatu hal yang membuat Al gelisah yakni ending cerita dari novel Caja. Baca cerita selengkapnya :)

Aaaaaaaaah sumpah ini novel bangus bangeeeeet!!! Cerita novel di dalam novel :3 Menggabungkan fotografi, seni tari dan dunia tulis-menulis menambah daya tarik tersendiri buat saya. Ceritanya mengenai seorang secret admirer yang benar-benar mengetahui segala sesuatu tentang idolanya bahkan menjadi seorang stalker wkwk. 

Bab pembukanya manis dan bikin penasaran, rasanya nggak rela mau nutup novel ini sebelum kelar baca. Tapi satu kesalahan fatal terletak pada ilustrasinya. Fatal banget L Pada halaman 11 tertulis, “Rambut saya masih terkepang. Meskipun sudah tidak beraturan.” Lalu diulang di halaman 226, “Seorang gadis dengan rambut dikepang rapi terekam dengan jelas di sana....” nah sedangkan ilustrasinya itu, si Caja nggak dikepang tapi rambutnya sekedar diikat aja ke belakang. Ya, setahu saya sih ikat sama kepang beda banget :3 Lagi pula, saya nggak sreg sama ilustrasinya, kenapa? Karena yang diilustrasikan kebanyakan fisik tokohnya. Berbeda sama ilustrasi novel-novel STPC yang justru mengilustrasikan tempat-tempatnya. Masalahnya, kalau ilustrasi fisik tokoh itu jadi membuyarkan lamunan pembaca wkwk si Cajanya terlihat kayak ibu-ibu padahal dalam pikiran saya dia itu cantik bangeeeet :P mangaaaaaaap banget, Mbak yang bikin ilustrasi wkwk

Oke, ini novel pertama Tyas Effendi yang saya baca dan saya udah jatuh cinta sama tulisannya! Serius bagus banget wkwk! Jalan ceritany asik, konfliknya seru meski nggak banyak muncul, karakter dua tokoh utama bahkan tokoh pembantu pun begitu kuat, da saya sangat suka karakter si Caja itu! Hahaha saya mau berguru jadi stalker yang benar sama dia :3 hanya saja, latar Kopenhagennya yang kurang terekspos, padahal di dalam novel Caja kebanyakan di sana. Ya taruhlah menceritakan sedikit kebudayaan sana atau makanan atau apapun secara lebih detil lagi. But, sejauh ini saya puas dan ingin membaca novelnya yang lain.

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please, gimme your comment after finish reading my post^^