Senin, 26 Mei 2014

Review First Time In Beijing; Nostalgia Kisah Cinta Semusim Lalu


Judul buku: First Time In Beijing
Penulis: Riawani Elyta
Penerbit: Bukune, 2013
Jumlah Halaman: 342 Hlm.
Rating: 3/5

Blurb:
“Saat pahitnya kenyataan mengitari gadis itu dari segenap arah, dia hanya punya satu pilihan: menjalaninya.”

Langit Kota Beijing berpesta, pijar warna kembang api terlontar bergantian ke angkasa. Gemuruh seketika melenyapkan suara-suara yang meriung di segenap kota. Namun, hati gadis itu senyap, bagai butir salju yang musim lalu jatuh di balik jendela.

Di kota ini, kakinya menapak pasti di tangga-tangga Tembok Raksasa yang berkuasa. Ia mulai jatuh cinta pada kota ini, pada aura ganjil gerbang Kota Terlarang yang dahulu dilewati raja-raja. Mungkin pula, ia telah jatuh cinta kepada dia—laki-laki itu—dalam aroma rempah yang menguar dari sup hangat hasil racikan tangannya.

Kemarin, di Tembok Raksasa, ia tergelincir karena kerikil kecil. Kakinya sempat tak setia. Namun, kesetiaan tetap membutuhkan kerikil, bukan? Agar kita tahu apakah satu kerikil saja bisa menghancurkan kesetiaan yang telah dipupuk.

“Mungkin ini salahku, tak mendengar suara hati ini saat berada di dekatmu.”

Lisa menatap dalam mata senja, membayangkan laki-laki itu berada di sana. Menunggunya.

Zhù nǐ xìngfú kuàilè—semoga kamu bahagia—Lisa,

Riawani Elyta
Berkisah mengenai Lisa, gadis asli Indonesia yang pindah ke Beijing dan tinggal bersama ayahnya sesaat setelah ibunya meninggal. Di Beijing, ayah Lisa rupanya sudah memiliki keluarga baru. Lisa pun harus beradaptasi dengan keluarga barunya.

Ayah Lisa merupakan seorang pemilik restoran keluarga yang sering sekali dikunjungi oleh turis mancanegara termasuk dari Indonesia. Setelah beradaptasi cukup lama, Lisa akhirnya terjun sendiri ke dapur resto untuk membantu-bantu usaha ayahnya tersebut meskipun keinginan utamanya adalah kuliah bukan bekerja di sebagai juru masak karena Lisa sendiri sejujurnya tak bisa memasak. Namun, ia memiliki mentor yang juga bekerja di restoran ayahnya. Salah satunya adalah Daniel yang dengan telaten mengajari Lisa caranya membuat sup asparagus ataupun misoa.

Suatu hari, resto milik ayahnya Lisa kedatangan pelancong dari Indonesia dengan seorang pemandu wisata yang ramah dan menyenangkan bernama Alex. Alex dan Lisa pun berkenalan dan sejak saat itu, keduanya menjadi semakin dekat bersamaan dengan Daniel yang juga menyatakan perasaannya pada Lisa. Siapakah yang akan dipilih oleh Lisa?

***

Wohoo, novel kedua Mbak Riawani yang saya baca setelah Yang Kedua. Kalau sebelumnya Mbak Ria mengusung tema mengenai musik, kini ia kembali dengan Beijing yang mengusung tema kuliner. Saya selalu menikmati bacaan yang mengusung tema seperti ini karena terus terang saja, makanannya selalu terbayang-bayang dalam ingatan wkwk (Tapi tergantung cara penulisan authornya juga sih hehe) dan Mbak Ria berhasil membuat saya seperti tengah berada di dapur, menghirup aroma sop asparagus (walaupun sejujurnya saya sendiri belum pernah mencicipinya hahaha)

Ditulis menggunakan POV orang pertama tunggal dari pandangan Lisa. Untuk bab awal, narasinya sangat padat sehingga saya merasa seperti tengah membaca sebuah buku diary hehe... saya lebih suka narasi yang balance dengan dialognya sehingga tak membuat jenuh. Namun, walaupun begitu, penggambaran latarnya sangat detil. Saya jadi ingin ke Cina juga, berjalan menyusuri tembok besar Cina hehe...

Seperti telah menjadi ciri khas Mbak Ria, bahasa yang dituliskan sangat indah dan kaya akan pembendaharaan kata. Mudah dipahami dan sangat enak dibaca. Banyak sekali quotes inspiratif di setiap awal bab dan sangat bertebaran kalimat romantis yang menjdikan novel ini terkesan sangat manis :3 Great job ^^
-------------Indonesian Romance Reading Challenge 2014------------


4 komentar:

  1. makasih yaa reviewnya :) makasih juga udah baca2 novel saya :)

    BalasHapus
  2. Jadi tambah ingin baca novel ini... Penasaran karya mbam ria yg lain setelah baca jasmine,tarapucinno,dan perjalanan hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah ayo baca, Kak. Sweet ceritanya :) Saya malah penasaran pengin baca Jasmine, belum kesampaian hehe

      Hapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^