Minggu, 04 Mei 2014

Review Hujan dan Teduh

Judul Buku: Hujan dan Teduh
Penulis: Wulan Dewatra
Penerbit: GagasMedia, 2011
Jumlah Halaman: 256 Halaman
ISBN: 9797804984
Rating: 2/5 Stars

Blurb:
Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan....


Berkisah tentang seorang gadis bernama Bintang Dewatra yang duduk di bangku kuliah, entah semester berapa saya lupa XD Bintang memiliki masa lalu yang agak tak terduga. Waktu SMA, ia merupakan penyuka sesama jenis (lesbian) yang menyukai rekannya sendiri bernama Kaila.
Kaila pun rupanya menaruh perasaan yang sama pada Bintang hingga keduanya menjalin hubungan yang lebih serius dalam artian berpacaran. Namun, keduanya mengetahui dengan jelas bahwa apa yang mereka lakukan merupakan perbuatan yang menyimpang sehingga membuat keduanya menutup rapat-rapat dan tak membiarkan siapapun mengetahuinya. 

Bintang memiliki kekasih pria, begitu pun dengan Kaila, setidaknya mereka masih terlihat normal. Namun sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai pasti baunya tercium juga hingga hubungan Bintang dengan Kaila terendus ke permukaan. Adalah Reno, kekasih Kaila yang mengetahui hal itu. Reno yang merasa cemburu pada Bintang, akhirnya menyebarluaskan foto mesra Bintang dan Kaila ke media sosial. Hal ini membuat Kaila malu dan depresi hingga ia bunuh diri.

Ketika kuliah, ia bertemu dengan Noval. Sosok pria yang sangat baik dan menyenangkan pada awalnya namun berubah menjadi sangat kasar ketika sudah berpacaran dengan Bintang. Tak lama kemudian, Bintang mengandung anak Noval, ia meminta tanggung jawab pria itu namun Noval merasa belum siap hingga ia menyuruh Bintang untuk melakukan aborsi. Masalah di kehidupan Bintang semakin menjadi-jadi tatkala ia mengetahui rahimnya bermasalah pasca aborsi dan diharuskan melakukan operasi pengangkatan Rahim. Lalu, bagaimana nasib dan hidup Bintang selanjutnya? Baca sendiri ya.... ^^

Terus terang, saya sudah menginginkan buku ini sejak lama. Sejak saya pertama kali membaca sinopsis paperbacknya. Sempet order tapi saya cancel karena kekurangan budget wkwk saya suka sama blurbnya, menggambarkan isi hati saya banget pada saat itu (waktu pertama kali baca), ternyata novel ini juga merupakan novel pemenang pertama lomba roman asli indonesia. Wow. Akhinya kesampaian juga deh beli setelah ada yang jual murah XD

Namun ternyata diluar dugaan saya, ternyata ceritanya mengangkat isu lesbianism dan kenakalan remaja. Hamil di luar nikah, aborsi dan lain sebagainya. Entah mengapa, saya kurang suka cerita yang berbau-bau seperti itu. Nggak ada yang salah sih, malah mungkin bisa ngasih pelajaran berharga juga buat pembaca, ini hanya masalah selera saja. Saya sendiri nggak suka ceritanya, terus terang. Maaf.

Dituliskan dengan alur maju mundur. Kisah masa lalu bintang dituliskan dengan huruf bercetak miring, dan kisah masa kini Bintang ditulis dengan huruf tegak. Pengalaman pertama buat saya baca novel yang alur maju mundurnya begitu sering, selang-seling gitu deh wkwk tapiiii... saya nggak menemukan korelasi antara kisah masa lalu dan kisah masa kini Bintang. I mean, kenapa nggak diceritakan sekilas aja lalu fokus menceritakan kehidupan masa kini Bintang, toh dengan diceritakan kisah masa lalunya itu menurut saya nggak terlalu berpengaruh apa-apa. Waktu Kaila bunuh diri pun efeknya biasa aja buat Bintang, seandainya saja ada efek berkepanjangan wkwk 

Bintang ini kan lesbian tapi saya ngerasa kalau penulis kurang bisa mengupas abis sisi lesbiannya Bintang. Setahu saya, susah loh buat mereka untuk menyukai laki-laki dengan begitu cepat. Tapi Bintang bisa dengan mudahnya jatuh cinta kepada Noval tanpa ada pergolakan batin yang membuatnya dilema, ah entahlah wkwk logikanya aja sih yang menurut saya kurang pas XD 

Untuk karakter, nggak ada yang special kecuali Noval yang sukses bikin saya sebal shitless hahaha XD jalan ceritanya sih nggak terduga, apa lagi endingnya. Bagus, bikin saya mikir keras wkwk tapi sekali lagi, ini cuma masalah selera aja sih. Saya nggak suka ceritanya. Bersiap membaca novel juara tiga lomba serupa karya Yoana Dianika, Till We Meet Again yang menurut saya lebih menjanjikan dari segi jalan cerita wkwk *kabooooooor*

---------------------------Indonesian Romance Reading Challenge------------------------------

2 komentar:

Please, gimme your comment after finish reading my post^^