Senin, 26 Mei 2014

Review Our Story


Judul buku: Our Story
Penulis: Orizuka
Penerbit: Authorized Book, 2010
Jumlah Halaman: 240 Hlm.
Rating: 5/5

Sinopsis:
Masa SMA.
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah,
tapi tidak bagi anak-anak SMA Budi Bangsa.

SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah, karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.

Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.

Masuk dan pulang sekolah sesuka hati.
Guru-guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain.
Angka drop out jauh lebih besar daripada yang lulus.

Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak-anak SMA Budi Bangsa,
bahkan jika mereka menginginkannya.

Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.

Supaya mereka dapat keluar dari status 'remaja' dan menjadi 'dewasa'.
Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka.
Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.

Ini, adalah cerita mereka.
Yasmine, gadis yang sebelumnya menetap bersama ayahnya di Amerika dan bersekolah di sana, harus kembali ke Indonesia saat mendapat kabar bahwa ibunya sakit parah. Karena itu, Yasmine memutuskan untuk tinggal di Indonesia dan bersekolah di Indonsia agar ia memiliki banyak waktu untuk menemani ibunya. Namun, akibat kesalahan supirnya, ia terpaksa harus bersekolah di sebuah SMA yang terkenal sebagadik kelasnya menggunakan tongkat baseball tersebut namun segera dihalau oleh Yasmine. Sejak saat itu, Yasmine selalu menjadi orang nomor satu yang mendapatkan perhatian lebih dari Nino.ai TPS—Tempat Pembuangan Sampah—karena orang-orang yang bersekolah di sini adalah mereka yang tidak mampu, mereka yang tukang bikin onar, mereka yang punya gaya hidup berbeda serta mereka yang dengan alasan-alasan lain tak diterima di sekolah manapun. Cowoknya terkenal sebagai preman sedangkan ceweknya banyak yang menjadi pelacur.

Di hari pertama masuk sekolah, Yasmine bertemu dengan Nino, badboy dengan senyuman menawan yang memunculkan lesung pipit pada pipinya membuat siapapun terkagum padanya. Tapi, siapa sangka bahwa Nino merupakan preman nomor satu di sekolah. Ia kerap kali berkelahi dan memukul orang menggunakan tongkat baseball kesayangan yang selalu ia bawa kemanapun. Pada saat itu, Nino hendak memukul
Ada sesuatu yang mengganjal dibenak Nino saat Yasmine tiba-tiba saja dekat dengan Ferris sang ketua kelas sekaligus ketua osis di sekolah tersebut. Ferris bisa dikatakan adalah satu-satunya murid normal di sana karena ia bukan preman, ia pintar tak memiliki masalah akademik, ia juga berasal dari keluarga yang sangat mampu sama seperti Yasmine namun ada satu alasan kuat yang memutuskan Ferris untuk meninggalkan sekolah lamanya dan pindah ke SMA TPS.
Ada juga kisah Mei, pelacur nomor satu di sekolah. Semua teman sekelasnya mengetahui hal ini namun Mei tak mempedulikannya hingga sampai saat ia merasa bahwa dirinya telah jatuh hati pada Ferris, ia merasa malu terhadap Ferris dan dirinya sendiri.
***
 
Our Story menceritakan mengenai kisah Yasmine, Nino, Ferris, Mei juga murid-murid lainnya dengan masalah mereka masing-masing.
“Masing-masih memiliki cerita. Masing-masing berbagi cerita. Masing-masing mendengarkan cerita. Dan cerita itu masih akan terus berlanjut. Walaupun dengan cara yang sulit, cerita mereka akhirnya akan didengar.”
4 Words; It was so amazing!!!! Sumpah... ini novel keren pake banget, keren banget! Sejauh ini, merupakan cerita teenlit terbaik yang pernah saya baca hehe.. Thanks, Kak Ori sudah menyajikan cerita yang sangat mengharu biru seperti yang terkandung dalam Our Story ini. Banyak sekali pesan moral yang saya dapatkan saat membaca novel ini.
Tokoh Nino dan Ferris mengingatkan saya pada si kembar Ares dan Orion di Summer Breeze, serius. Nino, cowok yang kerap kali melampiaskan permasalahan hidupnya pada kekerasan juga Ferris yang tak pantang menyerah merealisasikan apa yang menjadi kehendaknya. 
Dengan tema sederhana, membahas seputar persahabatan, isu sosial, masalah hidup derta cinta, Our Story ini mampu membangkitkan emosi saya secara maksimal. Tiap scene-nya tak ingin saya lewatkan begitu saja karena semuanya merupakan cerita berharga yang sayang sekali untuk dilewatkan. Namun, saya merasa kurang puas dengan part kebersamaan antara Nino dengan Yasmine, romance-nya kurang, Kak! *protes* padahal, mereka merupakan couple favorit saya namun porsi kebersamaannya kalah banyak dibandingkan Ferris dan Mei huhu tapi walaupun begiru, kisah Ferris dan Mei pun sangat manis ^^
Scene tawuran itu benar-benar membuat tegang dan mengharukan sekali, saya beberapa kali meneteskan air mata apalagi ketika guru mereka terlibat mempertahankan sekolah hingga akhirnya meninggal karena menyelamatkan Yasmine, sedih T_T adegan actionnya pun digambarkan dengan sangat baik. Nino yang dengan cekatan menyelamatkan rekan-rekannya dari serangan lawan dibantu oleh Ferris yang sebelumnya tak pernah terlibat tawuran, sedih, haru, tegang berbaur menjadi satu.
Nggak banyak kritik untuk novel ini karena di mata saya, novel ini sudah sangat sempurna. Orizuka selalu mampu menuliskan kalimat dengan bahasa yang sederhana namun sangat membekas dan mengaduk-aduk emosi saya. Satu masalah saja, fontnya sangat mungil huhu... 
---------Orizuka’s Book Reading Challenge 2014----------
-------------Indonesian Romance Reading Challenge 2014------------



2 komentar:

  1. wah, aku belum baca yang ini, belum punya x)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, Kak baca hehe nggak nyesel dijamin!

      Hapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^