Senin, 26 Mei 2014

Review Remember When; Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta


Judul buku: Remember When
Penulis: Winna Effendi
Penerbit: GagasMedia, 2011
Jumlah Halaman:
Rating: 3/5
Keterangan: Re-read

Blurb:
Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.
Berkisah mengenai empat orang dengan karakteristik masing-masing di sebuah SMA; Freya, Moses, Adrian dan Gia. Freya yang merupakan sang juara umum sekolah telah menarik hati Moses yang tak lain adalah sang ketua osis yang tampan lan lugas. Sedangkan Adrian merupakan ketua tim basket yang jatuh hati pada Gia, sahabat Freya yang memiliki paras yang sangat sempurna di matanya. Waktu pun bergulir hingga Moses dan Adrian pun berpacaran dengan gadis pujaannya masing-masing. Namun perasaan mereka berubah, timbul sebuah konflik ala anak SMA.

Ini adalah novel pertama Winna yang saya baca dan baru saya review setelah membaca ulang hehe. Ditulis dengan sudut pandang yang berubah-ubah antara Freya, Moses, Adrian, Gia dan Erik (Sahabat Freya). Ceritanya sebenarnya sangat sederhana mengingat ini merupakan cerita bernuansa teenlit namun Winna menuangkan kesan yang berbeda dari novel-novel remaja yang ada. Dengan bahasanya yang bisa dikatakan cukup dewasa. Konfliknya pun khas, ala anak SMA namun mampu membuat emosi saya naik turun.

Demi apapun, saya tak menyukai Freya dan Adrian! Saya menempatkan diri pada posisi Moses sebenarnya dan sedikit menaruh simpati terhadap Gia sehingga merasa tersakiti dengan apa yang telah Freya dan Adrian lakukan namun meskipun begitu, kejujuran Adrian patut diapresiasi karena jarang sekali cowok yang mau jujur wkwk

Saya paling suka scene saat Freya dan Gia hendak pergi ke pesta ulang tahun temannya. Di situ, Freya mengubah penampilannya atas saran Gia agar dirinya bisa terlihat lebih cantik dari biasanya. Namun, Moses rupanya tak menyukai perubahan penampilan Freya yang mengenakan baju sedikit terbuka. Karena itu, Moses segera melemparkan jaket miliknya dan menarik Freya pulang. Aaaaah... kurang keren apa coba? Cowok tuh ya kayak Moses! Wkwk Endingnya mengecewakan buat saya wkwk tapi saya puas dengan novel ini karena karakter tokoh-tokoh plus konflik-konfliknya sudah berhasil membuat saya gregetan haha...

---------Winna Efendi’s Book Reading Challenge 2014----------
-------------Indonesian Romance Reading Challenge 2014------------


2 komentar:

  1. bulan lalu aku juga baca buku ini, suka!!
    dan gak sabar nonton versi filmnya! ;)

    BalasHapus
  2. Aku gregetan banget baca novel ini, Kak. Hihi

    BalasHapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^