Senin, 26 Mei 2014

Review Sweet Nothings; Denganmu, Tanpamu


Judul buku: Sweet Nothings
Penulis: Sefrayana Khairil
Penerbit: GagasMedia, 2012
Jumlah Halaman: 314 Hlm.
Rating: 3/5

Blurb:
Aku menyukaimu. Aku membencimu. Aku tak bisa menerima setiap perubahan yang terjadi dalam diriku saat bertemu denganmu.

Tapi kau seperti air, mengalir begitu saja di dalam hidupku. Dan sebentar saja, kau sudah jadi bagian yang tak bisa kusisihkan dari hari-hariku.

Sebagian dariku tak siap tunduk begitu saja di bawah pesonamu. Dan niatmu menyaru bersama senyuman dan tenang sikapmu.
Kau membiarkan aku menebak-nebak ke mana kau akan membawa hubungan ini. Aku bertanya-tanya—dan tak bisa berhenti menyipit curiga ke arahmu.

Sampai suatu saat, kau membuka rahasia hatimu.

Kau ingin menggantikannya—dia yang sudah meninggalkanku. Kau bilang lagi, bisa mencintaiku seperti yang aku mau.
Aku mendengus, menahan diri supaya tidak tertawa. Betapa tidak, kau baru saja mengatakan hal yang tak masuk akal.

Cintalah yang melukaiku dulu. Bagaimana mungkin kau bisa meyakinkanku bahwa kali ini cinta jugalah yang akan menyelamatkanku dari kesepian ini?
 
Berkisah mengenai seorang janda beranak dua yakni Sakia Faiza yang juga merupakan owner toko kue Sweet Sugar yang baru saja kehilangan pastry chef yang sudah bekerja cukup lama untuknya. Hal ini membuat Saskia mencari orang untuk mengisi posisi pastry chef di tokonya agar Sweet Sugar bisi berjalan dengan lancar seperti sebelumnya.

Saat itulah, Shef Harsa mendaftarkan diri atas rekomen dari sepupunya yang tak lain adalah rekan Saskia. Harsa yang arogan membuat Saskia enggan menaruh simpatik padanya. Namun, walaupun demikian, Saskia tetap menerima Harsa bekerja di toko kuenya karena background pendidikan serta pengalaman Harsa di bidang pastry yang bisa dikatakan sangat baik.

Setelah Harsa bekerja cukup lama di Sweet Sugar, ia merasa bahwa ia ingin mengnal Saskia lebih dalam lagi sehingga, tak jarang Harsa menggoda Saskia sehingga membuat wanita itu kesal. Sifat Saskia yang keras kepala rupanya mampu menarik perhatian Harsa sehingga dirinya benar-benar ingin memiliki Saskia dengan seutuhnya namun Saskia terus saja menutup diri dan membatasi dirinya dari keberadaan pria-pria disekitarnya karena ia masih trauma akan kejadian masa lalunya. Namun Harsa tak pantang menyerah, ia malah mendekati anak-anak Saskia. Harsa juga tak peduli terhadap status Saskia dan perbedaan umur diantara mereka.

“Mengapa begitu sulit mencintai Harsa? Mengapa begitu sulit menghilangkan ragu & takutnya? Cinta yang terlihat sederhana menjadi begitu rumit karenanya.”

Lama-kelamaan, Saksia mulai merasa terusik akan keberadaan Harsa namun ia berusaha untuk bersikap profesional. Menurutnya, Harsa hanyalah rekan kerjanya, tak lebih. Lantas, akankah Harsa berhasil memiliki Saskia seutuhnya? Apa rahasia masa lalu Saskia yang tak diketahui Harsa? Baca ya.... ^^ 

Buku Sefryana yang saya baca tepat setelah menyelesaikan Tokyo. Dan harus saya akui, saya lebih menyukai novel ini dibandingkan Tokyo hehe... Penulisan Mbak Sefry di novel ini sangat sangat sangat baik hihi.. narasinya indah serta enak dibaca, dialognya pun demikian. Kalau di Tokyo, saya merasa kalau dialog antar tokohnya tidak seindah narasinya, sorry. 

Karakterisasi tokoh dalam novel ini sangat kuat. Menurut saya, Harsa yang terlampau percaya diri serta Saskia yang keras kepala dan ketus sangat cocok sekali. Chemistry yang ditimbulkan keduanya pun sangat kuat dan membekas dalam ingatan saya.

Tidak banyak konflik yang ditimbulkan namun dengan hanya satu koflik saja, saya rasa sudah cukup mampu membangkitkan emosi wkwk selain itu, konfliknya pun digali sangat dalam dan terfokus pada satu titik sehingga lebih mengeksplor hubungan Saskia dengan Harsa.

Sefryana pandai sekali membawa saya masuk ke dalam isi cerita. Suasana dapur Sweet Sugar yang dipenuhi bahan-bahan serta aroma kue membuat saya sedikit ngiler haha... banyak sekali istilah-istilah pastry yang menambah pengetahuan saya. Penggambaran dalam membuat kuenya pun sangat detil sehingga terasa sangat real. 

Terakhir, ini masalah selera wkwk... Saya kurang suka membaca novel yang ada adegan dewasa (selain pegangan tangan dan sedikit berciuman) di luar pernikahan. Oh, silakan judge saya sok suci or whatever! Bagi saya, scenes romantis antara sepasang kekasih yang belum halal tidak perlu ditunjukan dengan adegan yang terlampau berlebihan, masih banyak cara. Tetapi, di luar itu, Sweet Nothings layak untuk dibaca oleh kalian yang menginjak usia dewasa muda hihi... selamat berkenalan dengan Chef Harsa^^

-------------Indonesian Romance Reading Challenge 2014------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please, gimme your comment after finish reading my post^^