Selasa, 15 Juli 2014

Review After Rain; Suatu Saat Aku Berhenti Menangisimu

Judul Buku: After Rain
Penulis: Anggun Prameswari
Penerbit: GagasMedia, Agustus 2013
Jumlah Halaman: 323 Hlm.
ISBN: 9797806596
Rating: 3/5 stars

Blurb:
Mungkin aku dibutakan oleh cinta, sebab akalku dikacaukan olehmu.
Seberapa banyak pun aku meminta, kau takkan memilihku.

Ini yang kau sebut cinta?

Menunggumu bukan pilihan.
Izinkan aku meninggalkanmu, dengan serpihan hati yang tersisa.
Dan jika ternyata dia yang ada di sana,
sama-sama menanggung keping-keping hati yang berhamburan,
saat kami saling menyembuhkan—salahkah itu?


Serenade Senja atau yang biasa dipanggil Seren, menjalin hubungan gelap dengan Bara, seorang pria dewasa dengan status sebagai suami orang bahkan seorang ayah. Ini karena Seren dan Bara sama-sama tak bisa melepaskan satu sama lain yang sudah berhubungan cukup lama sebelum Bara akhirnya dijodohkan dengan Anggi (kalau tidak salah ^^v)

Pada awalnya Seren selalu mengeluhkan statusnya sebagai selingkuhan kepada Bara dan meminta Bara untuk menceraikan istrinya namun Bara tidak bisa melakukannya karena ia tak ingin melukai hati Lily, anaknya.

Seren yang kebetulan bekerja di kantor yang sama dengan Bara, akhirnya mengundurkan diri dan melamar menjadi seorang guru pengganti di sebuah SMA. Hal ini ia lakukan demi menghindari Bara karena ia sudah tidak tahan dengan sikap Bara yang tidak kunjung memberi kepastian.

Di SMA itu lah Seren bertemu dengn Elang, seorang guru seni musik ganteng namun mempunyai sikap yang dingin. Keduanya sama-sama memiliki kisah kelam mengnai kisah cintanya masing-masing. Namun, di saat Seren mulai bisa akrab dengan pria lain, Bara justru selalu hadir menemuinya lagi. Lantas, bagaimanakah kisah Seren?

***
Membaca buku ini membuka lebar pemikiran saya bahwa apa yang saya inginkan ternyata belum tentu baik untuk saya wkwk mengapa saya berkata demikian? Oke, saya tergiur kaver buku ini, sendu-sendu gimana gitu.. Waktu saya cek goodreads ternyata ratingnya lumayan akhirnya terbesit lah keinginan untuk memiliki novel ini. Pas lagi puncak-puncaknya pengin.. ada rekan saya mengajak saya berter novel. Demi After Rain ini, saya merelakan London-nya Windry Ramadhina yang rupanya lebih baik dari After Rain (menurut saya pribadi) huhu ya intinya saya menyesal T___T

Oke, After Rain tidak jelek hanya saja... not my cup of orange juice. Banyak kalimat-kalimat yang seakan menendang saya, kalimat yang berisikan kegalauan wanita yang terus-menerus mencintai orang yang salah, yeah that’s me absolutely tapi saya bukan orang kedua, suer.

Boleh aku bertanya, terbuat dari apa hati itu? Tak peduli seberapa rindu menghantamnya, sekuat apa duka menggerusnya, hati masih tetap bersikeras berdenyut. Memanggil-manggil nama yang kucintai.
Bodoh. Aku perempuan paling bodoh di dunia. Jatuh cinta kepada yang tidak boleh kucintai. Tahu bahwa harus berhenti  mencintai. Mampu untuk berhenti mencintai. Namun tak mau, semata karena hatiku mengatakan demikian. (Hal. 30)

Di awal-awal bab, terus terang aja saya agak bosan bacanya soalnya yang dibahas itu-itu mulu. Untung ada Keandra yang sedikit mencairkan suasana. Sampailah pada tahap Seren ketemu Elang di pesta ulang tahun keponakannya Keandra, saya mulai ngerasa excited dan menebak-nebak pasti bakal lebih rame ya walaupun endingnya langsung ketebak :P tapi.... kenapa porsi Elang sedikit sekali ya Tuhan... padahal dia itu one in million yang bisa bikin wanita klepek-klepek karena sikapnya yang dingin, duh Elang...

Btw, karakter keponakannya Keandra yang nggak terlalu penting tapi sangat menggelitik saya adalah kenapa di acara pesta ultah itu, tiap kalimat yang dia ucapkan bahakan sikapnya itu kayak anak kecil banget, saya hampir tertipu eh ternyata dia anak SMA yang tiba-tiba berubah lagi sikap dan gaya bicaranya sesuai dengan umurnya, oke nggak penting, ini cuma sekedar opini saya aja.

Gaya bahasanya sih enak dibaca, simpel terus ngalir dan porsi antara narasi dan dialog pun seimbang jadi nggak bikin ngantuk hanya saja saya belum menemukan keunikan dari gaya penulisan Mbak Anggun ini hehe, sorry to say.

Dan menurut saya, part ketika Seren jatuh cinta kepada Elang terlalu cepat. Uhuk, kurang natural padahal kan jelas-jelas Seren nggak bisa move on dari Bara tapi tiba-tiba cinta sama Elang. Ya biarkanlah, hanya Seren yang tahu. Hehe..

3 Stars. 1 star for the cover. 2 stars for Elang!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please, gimme your comment after finish reading my post^^