Selasa, 15 Juli 2014

Review Barcelona Te Amo; Masih Ada Sketsa Rindu Untukmu

Judul Buku: Barcelona Te Amo
Penulis: Kireina Enno
Penerbit: Bukune, Februari 2013
Jumlah Halaman: 266 Hal
ISBN: 6022200903 
Rating: 4/5 stars

Blurb:
Tadinya, musim panas selalu muram.
Lalu, dia datang dengan senyumnya yang indah.
ketika waktu mendamba detik-detik yang hangat dari matanya. Entah bagaimana, hati Katya begitu dingin ketika menepis uluran tangan dari laki-laki itu.

Kesepian pun menghantamnya.
Sepanjang La Rambla, angin menepi.
Sayap-sayapnya membawa Katya menari di antara pilar-pilar Gothic Quarter yang sunyi.
Membangkitkan rindu kepadanya,
seperti ombak kepada pantai yang menunggu.

Maka, di sinilah Katya berada kini.
Menyambut genggaman tangannya.
Di Place de Catalunya, tempat merpati bercengkerama.
Ketika matahari menyinari Barcelona.
Dia bagai musim panas yang begitu indah.

"Te amo," pelan ucap Katya. Akankah dia dengar?

Te amo siempre,
Kireina Enno

Berikisah mengenai persahabatan antara Evan, Katya dan Sandra dimana Katya merupakan anak asuh dari ayah kandung Sandra. Katya dan Sandra tinggal dalam satu rumah namun Sandra kerap kali merasa iri pada Katya karena ia merasa kalau ayahnya lebih mementingkan Katya dibandingkan drinya. Katya sering dibelikan alat lukis yang mana merupakan hobinya dan akan dibiayai kuliah dia Barcelona mengambil jurusan seni lukis. Kebencian Sandra semakin menjadi-jadi setelah ia tahu bahwa Evan menyukai Katya, ia tak terima karena dirinya pun menaruh perasaan suka pada Evan.

Katya pun akhirnya berkuliah dan menetap di Barcelona di kediaman rekan pamannya di Indonesia sementara Sandra dan Evan tetap menetap di Indonesia. Katya bekerja di sebuah galeri milik keluarga rekan ayaknya tersebut dan sesekali menyalurkan hobi melukisnya hingga ia dipertemukan dengan seorang kurator seni lukis bernama Senor Estefan. Senor Estefan meilhat potensi pada diri Katya sehingga ia menyarankan Katya untuk megikuti sebuah pagelaran seni lukis.
Hubungan Sandra dan Evan menjadi semakin rumit karena Sandra selalu bersikap kekanak-kanakan hingga kahirnya Evan terbang ke Denmark demi pekerjaan sekalian menenangkan diri dari Sandra sementara itu, Sandra menysul Katya ke Barcelona. Kisah lebih lanjut, baca sendiri ya
***
Huhuy, novel kedua Kireina Enno yang saya baca setelah Selamanya Cinta dan tulisan ketiga Mbak Enno setelah Selamanya Cinta juga cerpennya di buku Cerita Hati ^^
Dari pertama baca Selamanya Cinta, saya sudah suka dengan cara menulis Mbak Enno yang sederhana, mudah dicerna namun mengalir dan mampu membangun emosi dengan sangat baik.

Dan lagi-lagi, Mbak Enno berhasil melakukannya di novel ini! Kisah persabatan dan cinta ini menjadi lebih menarik dipadukan dengan pengetahuan mengenai seni lukis dan keindahan kota Barcelona. Mupeng deh pengin ke sana *_*

Namun, dengan sangat berat hati, saya harus bilang kalau endingnya kurang memuaskan. Terlalu simpel untuk sebuah konflik yang kompleks macam kisah di Barcelona. Saya berharapnya kalau Sandra tidak berterusterang saat mengambil lukisan Katya dan lukisan di museum itu, ya diapain dulu kek, biar Estefan atau Katya ngamuk-ngamuk dulu wkakak XD

Dan saya rasa porsi kebersamaan Katya dan Estefan kurang banyak, ayolah buatkan lagi *nagih* mereka itu cocok dan romantis sekali apalagi waktu scene di air mancur itu duh.. ngiri. Orang dingin macam Estefan bisa juga bersikap romantis bikin melted. Tapi, demi Tuhan saya nggak bisa ngebayangin muka pria-pria Barcelona itu macam apa. Apakah sama kayak pria-pria Eropa pada umumnya? Huhu..

4 stars for this novel kalau saja endingnya tidak terlalu dipaksakan. ^^v

2 komentar:

  1. hallooo :D
    aaah aku belum sempet beli stpc yang barcelona nih, jadi penasaran

    BalasHapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^