Kamis, 24 Juli 2014

Review Morning Sunshine; Beginikah Rasanya Saat Benar-benar Bahagia?

Judul Buku: Morning Sunshine
Penulis: Irin Sintriana
Penerbit: Media Pressindo
Jumlah Halaman: 192 Hal.
ISBN: 9789799111449
Rating: 3/5 stars

Blurb:
Dia melukis pelangi di hidupmu yang hitam putih.
Mengisi hari-harimu dengan kejutan-kejutan manis
Menggenggam erat tanganmu, seolah tak akan pernah lagi melepasnya.

"Aku mencintaimu," katanya.
Dan kamu percaya, bahwa hanya kamulah satu-satunya.
Kemudian kamu mendapati dirimu terkhianati.
Ingin sekali mengucapkan sesuatu, namun lidahmu terlalu kelu.

Airmatamu meleleh, genangan bening mengalir membentuk anak sungai di pipimu.

Ternyata, setahun saja tidak cukup.


Berkisah mengenai Erish, seorang manajer HRD Cemerlang Group yang akibat keteledorannya ia mendapat hukuman dari direktur perusahaan bernama Frans untuk menjadi sekretaris pribadinya.

Semenjak kejadian itu, Erish dan Frans menjadi dekat. Tanpa diduga, Frans pun jatuh hati kepada Erish paska ia menolong gadis itu dari mantan pacarnya yang bernama Damian. Seiring berjalannya waktu, Erish pun akhirnya berpacaran dengan Frans, namun cobaan untuk hubungan mereka seakan tak ingin berhenti menghujam *tsah*

Dimulai dari Damian yang mengancam akan menghancurkan perusahaan Frans jika Erish tetap bersama lelaki itu sampai ayah Frans yang mati-matian menolak hubungan anaknya dengan Erish. Lantas, akankah Erish dan Frans mampu melalui kisah cinta mereka? Baca sendiri ya....

Wkwk karena tagline Mbak Sefryana yang bilang kalau novel ini ceria dan penuh cinta, saya mengira kalau ini novel remaja hihi padahal dari kaver udah kelihatan ya kalau ini novel young adult. Buku ini saya ambil tanpa ragu dari rak toko buku depan kampus saya. Saya membeli buku ini karena sudah rindu dengan tulisan Mbak Irin setelah baca My Only, hehe..

Morning Sunshine tergolong kedalam novel yang selesai saya lahap hanya 2 jam saja. Selain karena novelnya tipis, gaya bercerita Mbak Irin pun asik dan mengalir sehingga berat rasanya buat meninggalakan novel ini sebelum tamat. Hehe…

Ceritanya klise bahkan adegannya pun kerap kali saya temui di sinetron-sinetron Indonesia namun yang membuat novel ini menarik adalah bahasanya yang indah, sopan dan lugas. Saya suka kalimat-kalimat yang Mbak Irin tuangkan dengan menggunakan bahasa yang tidak terlalu baku & “nyastra” namun terkesan elegan.

Alurnya sendiri rapi namun saya rasa part ketika Frans jatuh hati kepada Erish terlalu cepat kurang natural, Mbak. Hehe peace. But, overall, saya menikmati sekali ketika membaca novel ini ^^


2 komentar:

  1. Aku suka, nih cara reviewnya. To the point dan gamblang menyebut kelemahan dan kelebihan. Langsung bisa membuat aku menilai apakah novel ini aku anget atau malah g perlu dibeli :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih banyak, Kak :)
      Padahal saya nggak pandai bikin resensi hehe

      Hapus

Please, gimme your comment after finish reading my post^^